Seru! Menikmati Bantaran Sungai Oya di Kedung Jati

Panorama alam sungai tersebut bisa dinikmati dari berbagai sudut di dataran tinggi sekitar Bantul dan Gunungkidul.

Seru! Menikmati Bantaran Sungai Oya di Kedung Jati
Tribun Jogja/Gilang Satmaka
Kedung Jati 

Sebelum sampai ke SPN belok kanan lalu ikuti jalan pedesaan sekitar 2 km, lalu Anda akan menemui papan penunjuk jalan yang mengarahkan ke Kedung Jati tersebut.

Jalan aspal berkelok juga menyuguhkan panorama alam persawahan yang sangat menawan.

Kegiatan warga yang sedang bertani di pagi hari menjadi pemandangan yang eksotis di sisi-sisi jalan menuju ke lokasi Kedung Pedut.

Bentangan sawah yang luas serta terasiring yang berlekuk indah menambah nuansa pedesaan yang sejuk dan asri.

Edi mengatakan bahwa rencananya pada tahun depan untuk menuju ke Kedung Jati tersebut akan di buat jalan tembusan berupa jalan darat, yaitu dari arah jembatan gantung Selopamioro ke arah kedung jati.

Edi juga bercerita bahwa ada sebuah mitos yang muncul dari para sesepuh di desa Kedung Jati tersebut.

Bahwa pada Jaman dahulu Batu besar yang terletak di sebelah utara Kedung Jati tersebut sering juga disebut 'Watu Nyiluman'.

"Dulu kata warga sekitar, di batu tersebut sering terdengar suara orang menumbuk padi di sebuah lesung, dan suaranya memantul serta menggema dari batu besar tersebut, hingga terdengar oleh warga sekitar. Padahal pada waktu itu di desa Kedung Jati, belum terjadi musim panen padi, padi-padi di sawahpun masih hijau dan belum menguning", papar Edi. (tribunjogja.com)

Penulis: gsk
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved