Smart Woman

Putri Indonesia Jawa Tengah Ini Ingin Jadi Sosok Inspiratif Bagi Banyak Orang

Disma kecil yang dulu kerap diolok fisiknya kini mampu mengharumkan nama Grobogan, Jawa Tengah.

Putri Indonesia Jawa Tengah Ini Ingin Jadi Sosok Inspiratif Bagi Banyak Orang
Tribun Jogja/ Bramasto Adhy
Disma Ajeng Rastiti 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pengalaman buruk menjadi korban bullying semasa kecil, menjadi motivasi Disma Ajeng Rastiti untuk menjadi sosok inspiratif bagi masyarakat.

Siapa sangka, Disma kecil yang dulu kerap diolok fisiknya kini mampu mengharumkan nama Grobogan, Jawa Tengah.

Memiliki fisik yang kecil dan memiliki kulit gelap rupanya tidak menjadikan Disma sebagai anak emas bagi guru-gurunya, sehingga keinginannya untuk bisa menunjukkan kemampuannya saat itu pun terkubur.

Impiannya kian membuncah untuk memiliki nilai plus di mata masyarakat. Akhirnya, ia pun memberanikan diri untuk mengikuti ajang Duta Wisata Jawa Tengah saat usinya menginjak 19 tahun.

"Tadinya tidak menyangka bisa menang, karena sebelum-sebelumnya Duta Wisata itu berasal dari kota-kota besar. Sehingga coba aku pelajari dan alhamdulillah aku berhasil jadi Duta Wisata Jateng pertama yang berasal dari Grobogan," kenang bungsu dua bersaudara ini.

Dua tahun menjalani aktifitas mengajar mahasiswa asing, dara berambut panjang ini mencoba mengikuti Duta Bahasa DIY pada tahun 2013.

Menurutnya, ajang ini relevan dengan studinya di bidang Sastra Indonesia.

Keberaniannya pun berbuah manis, tak hanya menyabet sebagai juara Duta Bahasa DIY, Disma berhasil menjadi sepuluh besar Duta Bahasa se- Indonesia pada tahun 2014.

Pada tahun yang sama, dara yang suka berkegiatan sosial inipun mencoba mengikuti kompetisi Miss Earth Indonesia.

Meskipun langkahnya terhenti pada tahap 30 besar, namun Disma berhasil menjadi Best Eco-Costume berkat kostum yang dibuat dari barang-barang bekas kala itu.

Upaya Disma berlanjut ke ajang kecantikan Puteri Indonesia pada tahun 2015 yang hanya berhasil menjadi runner up.

Kegigihannya mengantarkan Disma untuk kembali mengikuti kompetisi ini pada tahun 2016 dan berhasil mewakili Jawa Tengah untuk maju peringkat 15 besar nasional.

"Selain mencari jaringan, motivasiku mengikuti kompetisi-kompetisi tersebut adalah untuk menunjukkan bahwa setiap wanita harus memiliki nilai plus, kalau sekedar cantik saja sudah banyak. Aku itu anak biasa, dari keluarga yang biasa-biasa saja, karenanya aku ingin menaikkan derajat orang-orang biasa agar punya nilai plus," ujar dara kelahiran Grobogan, 25 Desember 1993 ini.  (*)

Penulis: gya
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved