Kisah Pilu Sekeluarga Miskin yang Hanya Makan Sehari Sekali 

Terkuak bahwa keluarga Lapala (62), yang tinggal di Bantaran Sungai Bolong ini hanya bisa makan sehari sekali.

Kisah Pilu Sekeluarga Miskin yang Hanya Makan Sehari Sekali 
Wajibbaca.com
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Bermula dari laporan sakit perut,  yang diderita siswa PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di Pasar Baru Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara, terkuak bahwa keluarga Lapala (62), yang tinggal di Bantaran Sungai Bolong ini hanya bisa makan sehari sekali.

Lapala sendiri saat ini bekerja sebagai TKI di Negara Malaysia.

”Informasinya kita dapat dari guru PAUD kalau salah satu muridnya sering sakit perut, ternyata sakitnya karena hanya makan sehari sekali,” ujar Kapolsek Nunukan Kota Muhammad Sholeh Wahidi Rabu (8/3/2017).

Lapala sendiri diketahui meninggalkan keluarganya di Nunukan untuk mencari kerja di Malaysia.

Hasma (37) istri Lapala memilih tinggal di Nunukan untuk merawat 8 dari 10 anak yang mereka miliki.

Sebanyak 2 anak lainnya dititipkan kepada neneknya dan salah satu keluarga mereka.

Kesulitan hidup membuat Hasma hanya mampu memberi makan anak-anak mereka sekali dalam sehari.

”Yang kerja itu anak tertua mereka yang berusia 19 tahun bekerja sebagai tenaga pemasang terop dan anak mereka yang masih sekolah SMA di kafe,” ucap Sholeh.

Melalui Polisi Social Responsibility PSR, Kepolisian Sektor Nunukan Kota kemudian mengulurkan bantuan makanan dan pengurusan BPJS kepada keluarga tersebut.

Karena meski masuk kategori miskin, keluarga tersebut tidak mendapat bantuan dari pemerintah daerah untuk mendapatkan BPJS.

Halaman
12
Editor: Ikrob Didik Irawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved