Breaking News:

Lipsus Tol Yogya Solo

Pembebasan Tanah untuk Tol 100 Persen Lebih Mahal

Seperti pembebasan tanah di Kulonprogo untuk Bandara Internasional Kulonprogo, pembebasan tanah untuk jalan tol juga bisa menjadi problem sosial.

Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: oda
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Proyek pembangunan Tol. (ilustrasi) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X kukuh dengan keinginanannya agar Tol Yogya-Solo dibuat melayang di atas jalan yang ada.

Menurutnya itu yang paling masuk akal dilakukan dengan dampak sosial yang lebih minimum ketimbang melakukan pembebasan lahan.

"Mungkin lebih mahal 100 persen kalau pembebasan tanah," jelasnya ketika ditemui di Gedung DPRD DIY, Senin (6/3/2017).

Baca: Tiga Kajian Tol Yogya-Solo Diproses Tahun Ini

Menurutnya, seperti pembebasan tanah di Kulonprogo untuk Bandara Internasional Kulonprogo, pembebasan tanah untuk jalan tol tersebut juga bisa menjadi problem sosial baru.

"500 problem sosial belum tentu satu dua tahun bebas. Kedua, situs-situs hilang kan harganya lebih mahal. Makanya dari dulu Yogya-Solo nggak jadi jadi karena Departemen (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) nggak pernah setuju karena itu banyak situs (bersejarah)," urainya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi C DPRD DIY, Agus Subagyo mengatakan bahwa idealnya untuk menunjang bandara baru, didukung infrastruktur yang memadai.

Infrastruktur tersebut terkait volume kendaraan yang masuk dari dan ke Bandara Internasional akan padat.

"Kalau nggak ada daya dukung, dikhawatirkan jadi crowded," bebernya.

Kalau operasional Bandara pada Maret 2019, imbuhnya, sementara ini keberadaan jalan tol belum bisa mengimbangi infrastruktur jalan ke Bandara Internasional Kulonprogo.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved