Pembangunan Bandara Disinyalir Tak Tepat Waktu

Jika melihat progres pemagaran lahan yang terlihat lambat, pesimisme bahwa pekerjaan akan tepat waktu pun mulai muncul.

Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: oda
tribunjogja/singgih wahyu
Perataan lahan groundbreaking bandara. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Pembangunan bandara internasional baru Yogyakarta di Kulonprogo ditargetkan rampung pada 2019 nanti atau dua tahun setelah groundbreaking pada Januari 2017 kemarin.

Namun begitu, ketepatan waktu penyelesaian pekerjaan itu mulai diragukan.

Pasalnya, pekerjaan fisik megaproyek tersebut saat ini belum terlihat di lapangan. PT Angkasa Pura I sebagai pemrakarsa pembangunan bandara masih berkutat pada pengamanan aset lahan yang sudah dikuasai dengan pemasangan pagar keliling.

Ketua DPRD Kulonprogo, Akhid Nuryati mengatakan, banyak pihak berharap target perampungan fisik bandara pada 2019 benar-benar bisa terealisasi.

Hal itu akan menjadi kebanggaan terhadap karya anak bangsa. Namun, jika melihat progres pemagaran lahan yang terlihat lambat, pesimisme bahwa pekerjaan akan tepat waktu pun mulai muncul.

"Kok ragu (bisa tepat waktu) ya kalau melihat pemagarannya yang lambat begitu. Apa benar bisa membangun bandara hingga beroperasi hanya dalam dua tahun lebih sedikit?. Walaupun, pastinya mereka sudah punya perencanaan," kata Akhid, Minggu (5/3/2017).

Pesimisme itu juga muncul seiring masih belum tuntasnya persoalan pembebasan lahan. Seperti diketahui, beberapa bidang tanah yang akan digunakan saat ini dalam proses konsinyasi di pengadilan.

Yakni bidang lahan milik warga yang menolak bandara maupun bidang tanah lain yang bersengketa ataupun dokumen kurang lengkap.

Sementara itu, perencanaan pembangunan fisik bandara menurut Akhid juga belum jelas kapan selesainya. Pengadaan rekanan untuk pembangunannya tentu juga butuh waktu tak sedikit.

Hal ini tentu akan menyita banyak waktu dari jangka dua tahun yang ditargetkan.

"Kalau seperti itu kan kita pesimistis target waktu bisa ditepati," imbuh Akhid.

Project Manager Pembangunan Bandara Baru Yogyakarta PT Angkasa Pura I, Sujiastono mengatakan, banyak tahapan yang harus dilakukan dulu sebelum pengerjaan fisik bandara benar-benar dilakukan.

Di antaranya pengosongan lahan, land clearing, studi topografi, dan perencanaan lanjut.

Pengadaan kontraktor pelaksana pembangunan baru akan dilakukan setelah selesai perencanaan dan survey lapangan yang saat ini masih dilakukan oleh pusat.

Maka itu, pekerjaan saat ini difokuskan pada pengamanan aset lahan yang sudah dibebaskan dengan pemagaran.

“Sebentar lagi ada penetapan konsultan perencananya,” katanya.

Di sisi lain, Pemkab Kulonprogo sendiri juga sedang merampungkan fasilitas relokasi bagi warga terdampak.

Dana dari APBD senilai Rp1,6 miliar dikucurkan untuk pengurukan lahan relokasi yang semula berwujud areal persawahan. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved