Petugas Gabungan Akan Terus Intensifkan Razia Jukir Nakal yang Nekat Permainkan Tarif Parkir

Fokus utama razia parkir tersebut berada di area parkir kawasan titik nol kilometer.

Petugas Gabungan Akan Terus Intensifkan Razia Jukir Nakal yang Nekat Permainkan Tarif Parkir
Facebook/ Dunia Wisata Malang
Juru parkir di selatan Malioboro yang memungut Rp 200.000 pada sebuah bus. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Persoalan parkir yang kerap dikeluhkan oleh wisatawan akhirnya ditindak lanjuti oleh petugas gabungan dari Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP), dan Kepolisian Resor (Polres) Kota Yogyakarta.

Dari razia parkir yang dilakukan oleh instansi terkait, terdapat empat juru parkir (jukir) yang yang diajukan ke persidangan oleh Sat Pol PP, sementara beberapa kendaraan digembok dan ditilang karena parkir di tempat yang tidak semestinya.

Kepala Seksi Pengendalian dan Operasi, Dinas Perhubungan Kota Yogya, Asung Waluyo menjelaskan, pihaknya selama dua hari terakhir ini menggelar razia parkir di kawasan tempat wisata yang ada di Kota Yogya sejak Sabtu (25/2/2017) hingga Minggu (26/2/2017).

Fokus utama razia tersebut berada di kawasan titik nol kilometer.

“Kami turun ke lapangan dan petugas sempat menemukan pungutan tarif bus yang menyalahi aturan, yakni Rp 100 ribu sekali parkir,” kata Asung kepada Tribun Jogja, Minggu (26/2/2017) petang.

Asung mengatakan, oknum jukir yang melakukan pelanggaran ini mendapat pembinaan dari petugas gabungan.

Hal ini lantaran setelah kedapatan menarik tarif parkir tidak sesuai ketentuan, oknum tersebut langsung mengembalikan pungutan pada pengguna jasa parkir.

Meski hanya diberikan pembinaan, namun, Asung memastikan sanksi tindak pidana ringan (tipiring) mengancam oknum jukir tersebut jika melakukan pelanggaran serupa. Pihaknya pun mengatakan jika oknum tersebut sudah dicatat dan diawasi oleh jajaran terkait.

“Ada dua jukir yang kami panggil ke Dinhub. Sementara, Sat Pol PP Kota Yogya juga melakukan pemberkasan terhadap empat oknum juru parkir guna diajukan ke pengadilan. Hal ini karena jukir tidak menarik sesuai aturan,” jelasnya.

Asung menjelaskan, razia dengan sasaran jukir yang menarik tarif parkir tak sesuai dengan aturan ini juga dibarengi dengan tindakan tegas pada pengendara yang memarkir kendaraan di area larangan. Diantaranya, ada beberapa kendaraan yang dengan sengaja parkir di kantor pos besar.

Dia mengatakan, ada empat kendaraan yang mendapatkan tilang dari jajaran kepolisian karena memarkir kendaraan di tepi jalan umum kawasan Titik Nol Kilometer. Sementara ada dua kendaraan berupa mobil pribadi yang juga digembok oleh petugas.

"Dalam razia ini, setiap pelanggar langsung ditindak sesuai ketugasan masing-masing instansi. Kami berwenang untuk membina, Sat Pol PP menegakkan yustisi dan kepolisian memberikan tilang," tegasnya. (*)

Penulis: ais
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved