Breaking News:

Warga Mundu Manfaatkan Limbah Ternak Jadi Pengganti LPG

Warga setempat pun tidak dipusingkan dengan kelangkaan gas LPG 3 kilogram yang beberapa kali sempat meresahkan masyarakat.

tribunjogja/angga purnama
Warga Desa Mundu memperagakan penggunaan instalasi biogas, Sabtu (25/2/2017). Warga setempat memanfaatkan biogas yang berasal dari limbah ternak sapi. 

Warga sengaja membuat lantai kandang ternak langsung menyambung ke lubang penampungan limbah yang dibangun permanen dengan kontruksi semen.

“Lubang dibuat tertutup, sehingga gas metan yang dihasilkan tidak terbuang dan tersimpan dalam lubang penampungan. Ada pipa dan keran yang dipasang diatas tutup lubang penampungan untuk mengambil biogas,” katanya menjelaskan.

Biogas yang dihasilkan pun sangat memadahi, hal ini lantaran setiap keluarga rata-rata memiliki dua hingga tiga ekor sapi dewasa. Bahkan bisa digunakan hingga satu bulan penuh.

“Jadi bisa menghemat, paling tidak kebutuhan 1 bulan, sekitar dua tabung gas LPG 3 kilogram. Bahkan bisa digunakan untuk kebutuhan hajatan, seperti di rumah saya yang digunakan untuk beberapa kompor sekaligus,” paparnya.

Saking banyaknya biogas yang bisa dihasilkan, dari dua ekor ternak dengan lubang penampungan ukuran 2x2 meter bisa mencukupi kebutuhan hingga dua rumah.

Untuk, beberapa intalasi biogas di Desa Mundu dibuat pararel lebih dari satu rumah.

“Modalnya memang cukup besar untuk pembuatan instalasinya. Untuk itu, pembuatannya dilakukan secara gotong royong melalui sistem arisan antar anggota. Setiap selesai pembuatan instalasi di satu kandang, nanti beralih ke kandang lain dengan dana pembuatannya disokong oleh anggota arisan biogas, rata-rata ada 5 keluarga dalam satu kelompok arian,” ujarnya.

Selain iuran anggota melalui sistem arisan, pembangunan intalasi biogas tersebut juga mendapatkan bantuan dari sejumlah pihak swasta.

Suparno berharap ke depannnya seluruh rumah di Desa Mundu dapat memanfaatkan biogas sehingga menjadi desa yang mandiri dari sisi energi.

“Semakin lama semakin banyak yang mengikuti. Ada beberapa keluarga yang memiliki ekonomi yag baik membuat instalasinya secara mandiri. Intinya bisa menajemen limbah dari ternak sapi agar tidak berdampak negatif bagi lingkungan,” tukasnya. (*)

Penulis: ang
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved