Ini Alasan Kelme Gandeng PSIM Lagi Musim Ini

Respon positif langsung menyeruak. Terbukti dengan banyaknya peminat jersey PSIM yang diproduksi oleh Kelme.

Penulis: Susilo Wahid Nugroho | Editor: oda
Tribun Jogja/ Susilo Wahid
Dua pemain PSIM mengenakan jersey baru PSIM. (ilustrasi) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Susilo Wahid Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYAKARTA - Per 19 Februari 2017 atau tepatnya Minggu siang tadi secara resmi PSIM Yogyakarta menandatangani kontrak kerjasama melalui MOU dengan salah satu produk apparel asal Spanyol, Kelme.

Ini menjadi penanda, bahwa Kelme akan menyedikan kostum Laskar Mataram untuk kedua kalinya.

Musim lalu atau tepatnya di turnamen Indonesian Soccer Championship (ISC) B, Kelme sudah menjalin kerjasama dengan PSIM. Kala itu adalah musim pertama keduanya bekerjasama.

Respon positif langsung menyeruak. Terbukti dengan banyaknya peminat jersey PSIM yang diproduksi oleh Kelme.

Sonny Agus Santoso selaku Direktur CV Elan Putra Indonesia sebagai penyedia produk Kelme di Indonesia menyebut setidaknya 700 pcs jersey ori Kelme telah terjual musim lalu.

"Jumlah itu melebihi ekspektasi, produksi akhirnya distop karena kita kehabisan material bahan," kata Sonny, Minggu (19/2/2017).

Pasca kerjasama dengan PSIM berakhir musim lalu, Sonny pun melaporkan capaian Kelme kepada pengelola pusat di Spanyol.

Beberapa lampiran disertakan baik itu foto maupun video berisi dokumentasi PSIM yang memakai produk Kelme. Hasilnya, Kelme memberikan apresiasi kepada PSIM.

Atas awal yang baik ini akhirnya Kelme bersedia menjalin kerjasama lagi dengan PSIM.

"Pada dasarnya memang Kelme dan PSIM punya pandangan yang sama, ditambah loyalitas dan daya beli pendukung PSIM yang begitu tinggi akan jersey buatan kami, maka kami memutuskan kembali bekerjasama," imbuh Sonny.

Sisi lain, Kelme dan PSIM pun seperti terikat pada sebuah histori. PSIM sebagai klub sepakbola pertama Indonesia yang disuport oleh Kelme tentu menjadi awal mula terpikatnya beberapa klub tanah air untuk menjalin kerjasama musim ini.

Dua yang sudah sepakat adalah Madiun Putra dan Persigo Semeru FC (Lumajang).

Sebagai salah satu upaya untuk mengakomodir besarnya minat suporter PSIM membeli jersey musim ini, pihak Kelme akan coba menambah stok material untuk pembuatan jersey.

Nominalnya masih dipertimbangkan menyesuaikan respon awal yang ditunjukkan oleh para calon pembeli.

Baca: Kelme Produksi Jersey Baru PSIM, Ini Desain dan Harganya

Tentu saja, harapan Sonny, musim ini Kelme bisa kembali mendapat respon hangat dari pecinta PSIM. Prinsip saling menguntungkan tetap ada.

Karena PSIM nantinya akan mendapat 35 persen dari keuntungan penjualan jersey ori yang bisa dipakai untuk pembiayaan tim di kompetisi musim ini. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved