Respon Kemacetan dengan Mainan
Kebutuhan atas alat transportasi pun tidak pernah berhenti, inovasi dan teknologi terus dikembangkan demi menunjang permintaan pasar.
Laporan Reporter Tribun Jogja, Septiandri Mandariana
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sejak diciptakannya roda, perkembangan kehidupan manusia menjadi jauh lebih cepat dari masa-masa sebelumnya.
Dari kebutuhan pertanian, keramik, sampai digunakan sebagai penunjang alat transportasi hingga sekarang.
Kebutuhan atas alat transportasi pun tidak pernah berhenti, inovasi dan teknologi terus dikembangkan demi menunjang permintaan pasar yang semakin tinggi.
Alhasil, konsekuensi yang terjadi akan hal itu adalah kemacetan akibat permintaan yang semakin tinggi dari hari ke hari.
Kemacetan sendiri menjadi fenomena yang menjangkit di hampir seluruh kota-kota besar di Indonesia. Kemacetan sendiri bisa dikatakan sebagai sesuatu yang tidak disukai namun tetap diciptakan.
Hal banyak diutarakan merupakan sesuatu yang sangat menyebalkan namun sulit untuk dihindari.
Kemacetan sendiri telah melebur menjadi bagian dari rutinitas masyarakat perkotaan baik itu harian, bulanan, bahkan tahunan.
Misalnya di kota seperti Jakarta, masyarakat di sana dapat menerka kapan saja jam-jam padat di jalan. Atau mungkin kemacetan yang terjadi di Yogjakarta sendiri ketika musim liburan.
Tentunya banyak masyarakat sadar penyebab dan kerugian yang ditimbulkan dari kemacetan. Namun pada kenyataannya walaupun terjadi hal seperti itu tidak mengurangi keinginan untuk menggunakan kendaraan.
Mengeluh macet saat berada di jalan hampir sama seperti pelaku yang merasa jadi korban. Namun, secara sederhana kemacetan disebabkan oleh karena orang-orang memiliki kesamaan tujuan, ruang, dan waktu.
Satu hal positif yang bisa diambil ditengah-tengah banyaknya friksi akibat isu sosial di masyarakat sekarang ini, bahwasanya masyarakat sepemikiran ketika di jalan hingga menyebabkan kemacetan.
Merespon isu tersebut Kedai Kebun Forum bersama beberapa pihak merencanakan sebuah performans berjudul "Today the Street Are Ours", dengan mengajak masyarakat atau warga Yogyakarta untuk berpartisipasi merayakan kemacetan dengan memberikan segala jenis mobil mainannya.
Mobil mainan tersebut nantinya akan disusun menjadi satu rangkaian panjang untuk digunakan dalam pawai yang akan dilaksanakan pada tanggal 24 Februari 2017 mendatang di sepanjang Jalan Malioboro dan berakhir di Alun-Alun Utara.
Artefak rangkaian mobil mainan yang telah disusun akan menjadi monumen bagaimana kemacetan kita rayakan terus menerus, bahkan setelah pawai selesai.
Untuk mobil mainan yang akan dikumpulkan sendiri tidak dibatasi ukuran, bentuk, dan merek.
Pengumpulan dapat dilakukan di Kedai Kebun Forum, Jl. Tirtodipuran No. 3 Yogyakarta, mulai tanggal 12 Januari hingga 8 Februari 2017 dalam setiap harinya kecuali hari pada hari Selasa.
Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi 087739710778. (*)
