LIPSUS: UMKM di DIY Rawan Jadi Sasaran Empuk Kejahatan Perbankan

Puluhan ribu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di DIY terancam menjadi sasaran tindak kejahatan bermodus perbankan.

LIPSUS: UMKM di DIY Rawan Jadi Sasaran Empuk Kejahatan Perbankan
grafistribunjogja/suluh pamungkas
Penipuan di ATM. (ilustrasi) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Puluhan ribu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di DIY terancam menjadi sasaran tindak kejahatan bermodus perbankan.

Hal itu tak lepas dari kondisi dimana sebagian besar pelaku usaha ini masih belum melek literasi keuangan utamanya perbankan.

Contoh kasusnya, awal Januari 2017 ini, sejumlah UMKM menjadi korban tindak kejahatan bermodus cek.

Pelaku yang beraksi di sejumlah wilayah di DIY berhasil membawa lari puluhan juta rupiah dengan mengelabui korban agar menerima pembayaran melalui cek.

Padahal, setelah ditelusuri kepolisian, cek tersebut ternyata palsu.

Satu dari beberapa korbannya adalah Romi Alfaroby Wartama (26) yang memiliki usaha penjualan pulsa dan perangkat seluler di kawasan Warungboto, Kota Yogya.

Ia tak menyangka konternya akan menjadi sasaran tindak kejahatan yang cukup canggih tersebut.

"Pelaku datang bersama temannya, mengaku sebagai dosen UTY. Pak dosen tersebut memang beberapa kali membeli hp. Nah, dia mendatangi konter dimana waktu itu pas karyawan baru yang jaga. Setelah membujuk karyawan, dia berhasil membawa lari beberapa barang," kata Romi ketika ditemui di rumahnya, belum lama ini.

Ketika aksi kejahatan tersebut terjadi, lanjut Romi, pelaku berhasil membawa lari empat powerbank, memory card, handphone, dan modem senilai Rp 2,8 juta.

Meski jumlahnya tidak terlalu besar, namun tetap saja berdampak pada usahanya.

Halaman
1234
Penulis: toa
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved