LIPSUS: Masyarakat Jangan Khawatir Menggunakan Transaksi Nontunai

Adanya modus penipuan menggunakan cek palsu menjadi perhatian tersendiri untuk Bank Indonesia (BI) DIY.

LIPSUS: Masyarakat Jangan Khawatir Menggunakan Transaksi Nontunai
politikerja.blogspot.com
Ilustrasi: Rekening 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Adanya modus penipuan menggunakan cek palsu menjadi perhatian tersendiri untuk Bank Indonesia (BI) DIY.

Cara pembayaran yang telah cukup lama ini tak disangka kembali naik. Namun demikian, BI berharap masyarakat tidak khawatir ketika harus bertransaksi menggunakan metode ini.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) DIY Hilman Tisnawan mengatakan, cek merupakan instrumen pembayaran yang sudah cukup lama digunakan.

Seiring dengan semakin populernya transaksi nontunai berbasis elektronik misalnya transfer dan penggunaan kartu ATM, debet maupun kartu kredit, penggunaan cek cenderung menurun.

"Adanya kasus penggunaan cek palsu ini menjadi pelajaran penting. Masyarakat terutama penerima cek diharapkan lebih waspada agar tidak tertipu. Namun demikian, masyarakat diharapkan jangan takut bertransaksi menggunakan instrumen ini. Alat pembayaran ini diakui dan masih dipakai hingga sekarang," kata Hilman ketika ditemui di kantornya, belum lama ini.

Hilman mengungkapkan, pada umumnya ciri cek asli mudah dikenali. Ada fitur teknis yang dipersyaratkan dalam setiap cek yang diterbitkan.

"Mulai dari ketebalan kertas, tinta dan berbagai fitur pengaman lain," imbuhnya.

Hilman menerangkan, Cek dan Bilyet Giro (BG) wajib memenuhi syarat formal meliputi spesifikasi teknis dan fitur keamanan yang digunakan, yang mengacu pada ketentuan Bank Indonesia antara lain meliputi kertas,ukuran, rancang bangun, tinta.

Melalui penyempurnaan ketentuan Bank Indonesia yaitu SE BI No.18/40/DPSP tanggal 30 Desember 2016 yang berlaku 1 April 2017, Cek dan BG wajib menggunakan standard keamanan paling sedikit 5 (lima) fitur keamanan.

"Apabila telah memenuhi syarat minimum fitur keamanan, Bank dapat menambahkan spesifikasi dan fitur pengaman tambahan. Masyarakat perlu mencermati spesifikasi Cek dan BG yang diterbitkan, terlebih jika nasabah merupakan walk in customer dari bank penerbit cek atau BG yang diterimanya sehingga kurang familiar dengan cek atau BG tersebut. Selain itu masyarakat dapat mengedukasi diri sendiri dengan aktif mencari informasi, misalnya melalui website atau contact center lembaga keuangan yang memberikan informasi dan edukasi, misalnya BI dan OJK, juga contact center bank penerbit cek atau BG," paparnya.

Halaman
12
Penulis: toa
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved