LIPSUS: Gencarkan Sosialisasi pada Pelaku UMKM

imbulnya kasus penipuan pada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tak lepas dari minimnya wawasan yang dimiliki pelaku sektor ini.

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Timbulnya kasus penipuan pada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tak lepas dari minimnya wawasan yang dimiliki pelaku sektor ini.

Selain keaktivan untuk mencari informasi akses perbankan, sosialisasi dari pihak terkait juga sangat diperlukan.

Ketua Komunitas UMKM DIY, Ir Prasetyo Atmosutidjo MM mengatakan, masih maraknya tindak kejahatan berupa penipuan terhadap pelaku UMKM tak lepas dari sosialisasi yang masih kurang.

Celah ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tak bertanggungjawab untuk menangguk keuntungan.

"Untuk itu semua pihak terkait harus bergandengan tangan, bekerja sama untuk memperbaiki upaya sosialisasi kepada UMKM. Selama ini kan masyarakat khususnya pelaku UMKM sendiri masih bingung, mana yang harus menyosialisasikan baik literasi keuangan maupun akses perbankan, OJK atau BI?" kata Prasetyo, belum lama ini.

Dalam menghadapi dunia perbankan dan jasa keuangan lainnya, lanjut Prasetyo, pelaku UMKM seringkali dibingungkan dengan simpang siurnya informasi.

Ia mencontohkan, dalam pengajuan kredit Usaha Rakyat (KUR), pelaku UMKM oleh pemerintah dijanjikan bisa mendapat pinjaman tanpa agunan hingga Rp 25 juta.

"Namun dalam kenyataannya, agunan masih diminta," imbuhnya.

Sedangkan mengenai fakta bahwa masih banyak pelaku UMKM khususnya usaha mikro yang kurang memiliki sistem manajemen yang baik, menurut Prasetyo hal tersebut tidak mutlak negatif.

Menurutnya, meski belum memiliki sistem pencatatan, pelaporan maupun pembukuan, namun kebanyakan usaha mikro ini bertumbuh.

Halaman
12
Tags
UMKM
Penulis: toa
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved