LIPSUS: Bank Jangan Hanya Giring UMKM Jadi Nasabah

Usaha skala mikro umumnya dekat dengan lembaga keuangan mikro pula misalnya BMT dan koperasi.

LIPSUS: Bank Jangan Hanya Giring UMKM Jadi Nasabah
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Adanya pelaku UMKM yang menjadi korban penipuan bermodus transaksi nontunai ini bisa terjadi karena sebagian pelaku usaha masih senang dengan pembayaran secara tradisional.

Mereka belum terbiasa dengan pembayaran melalui transfer maupun cek.

Hal tersebut disampaikan oleh Pengamat Ekonomi Kerakyatan UGM, Dr Hempri Suyatna SSos MSi.

Ia mengatakan, hal itu menunjukkan bahwa pelaku UMKM juga mengelola usahanya secara tradisional dengan tujuan sekedar cukup memenuhi kebutuhan.

"Dengan demikian mereka belum memiliki orientasi merambah ke internasional dan memiliki kesinambungan usaha," katanya kepada Tribun Jogja, belum lama ini.

Agar hal ini tak berlangsung terus menerus, lanjut Hempri, tentu diperlukan sosialisasi dengan kuncinya ada pada pemerintah, OJK, dan lembaga perbankan. Ia menegaskan, pada intinya, lembaga perbankan jangan hanya sekedar menggiring pelaku UMKM memahami literasi keuangan lalu menjadi nasabah, namun diperlukan pula pemberdayaan.

"OJK juga jangan hanya sekedar mengenalkan literasi jasa perbankan namun juga mencerdaskan pelaku usaha untuk menggunakannya," kata dia.

Hempri melanjutkan, modernisasi usaha yang dilakukan UMKM sangat diperlukan.

Kalau ini tidak dilakukan, akan muncul kesenjangan yang sangat besar antara sektor usaha besar kepada UMKM.

"Yang besar semakin besar, yang kecil semakin kecil. UMKM diharapkan memahami transaksi nontunai misalnya transfer," ujarnya.

Usaha skala mikro umumnya dekat dengan lembaga keuangan mikro pula misalnya BMT dan koperasi.

Karena itu, menurut Hempri, peran lembaga keuangan itu untuk mengajak UMKM ke arah modernisasi sangat diperlukan.

Nasabah sebaiknya diberi pengertian bahwa transaksi tidak melulu harus cash.

"Berikutnya, setelah UMKM mengenal jasa perbankan, yang harus diberikan adalah pendidikan mengenai penggunaan jasa perbankan misalnya kartu kredit. Nasabah utamanya UMKM juga diarahkan agar bisa memanfaatkannya untuk kegiatan yang produktif," pungkasnya. (tribunjogja.com)

Penulis: toa
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved