Pedagang Mie Ayam Ini Gratiskan Dagangannya Asal Pembeli Hafal Surat An Naba’

Namun dari dagangan sederhana itu, ia bermaksud menyebarkan semangat belajar Al Quran kepada para pelanggan ciliknya.

Pedagang Mie Ayam Ini Gratiskan Dagangannya Asal Pembeli Hafal Surat An Naba’
tribunjogja/angga purnama
Prihatin sedang menata dagangannya di rumahnya, Desa Tanjungsari, Kecamatan Manisrenggo, Kamis (2/2/2017). Ia memberikan mie ayam dan es teh gratis bagi siswa SD yang berhasil menghafalkan surat An Naba ayat 1-15. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Meski hanya berjualan keliling dari sekolah ke sekolah, Prihatin Raharjo selalu bersemangat ketika berangkat berkerja.

Hal ini lantaran ia membawa misi yang mulai selain hanya mendapatkan penghasilan dari berjualan.

Setiap pagi pria 29 tahun itu selalu menyiapkan segala keperluan pada bronjong kayu yang selalu nangkring di atas sadel motornya.

Tidak ada yang istimewa dari dagangannya, hanya mie ayam dan es teh yang dijual dengan cup kecil dengan harga Rp 1.000 per porsinya.

Dagangan tersebut dijajakan di sekolah tingkat dasar yang ada di wilayah Kecamatan Manisrenggo dan sekitarnya.

Namun dari dagangan sederhana itu, ia bermaksud menyebarkan semangat belajar Al Quran kepada para pelanggan ciliknya.

Sudah sekitar sebulan ini ia menerapkan program khusus bagi para siswa SD maupun MI (Madrasah Ibtidaiyah) yang menjadi pembelinya, yaitu gratis satu cup mie ayam dan es teh bagi pembeli yang hafal surat An Naba’ ayat 1 sampai 15.

Surat An Naba’ merupakan surat ke-78 dalam Al Quran yang juga surah pertama di juz ke-30. Surat tersebut memiliki total 40 ayat.

Ditemui di rumahnya di Dukuh Manisrenggo, Desa Tanjungsari, Kecamatan Manisrenggo, Kamis (2/2/2017), Prihatin yang akrab disapa Atin itu mengungkapkan ihwal jajan gratis bagi penghafal surat An Naba’ 1-15 itu bermula dari keprihatinannya melihat banyaknya Taman Pendidikan Al Quran (TPA) yang vakum.

Ia juga melihat semakin banyak siswa yang tidak mendapatkan pembelajaran Al Quran yang cukup, hingga tercetuslah ide ini.

“Sengaja dipilih surat An Naba’ karena biasanya yang hafal mereka ikut TPA. Kalau surat-surat pendek biasanya sudah diajarkan dan dihafalkan di sekolah,” ujarnya.

Tertanam harapan melalui program tersebut, semakin banyak siswa yang semangat belajar Al Quran.

Selain itu, program tersebut juga dibuatnya untuk meningkatkan semangat pengajar TPA agar lebih aktif lagi menularkan ilmunya.(*)

Penulis: ang
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved