Masuk Kawasan Rawan Longsor, Bukit Bintang Butuh Jalur Evakuasi

Jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam macam longsor, warga dan pengunjung bisa langsung mengamankan diri.

Penulis: usm | Editor: Muhammad Fatoni
tribunjogja/hamimthohari
Pengunjung menikmati pemandangan Jogja di Bukit Bintang 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Ahli Geologi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Wahyu Wilopo, menyebutkan jika kawasan wisata Bukit Bintang, di Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Bantul, membutuhkan jalur evakuasi.

Hal itu diperlukan agar jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam macam longsor, warga dan pengunjung bisa langsung mengamankan diri.

Pembuatan jalur evakuasi tersebut disebutnya efektif untuk meminimalisir munculnya korban, jika longsor tiba-tiba datang.

Jalur evakuasi menurut Wahyu amat dibutuhkan, karena memang kawasan Bukit Bintang adalah kawasan rawan longsor.

"Langkah pertama kita harus memetakan secara detail, sisi (tebing) mana yang paling berpotensi longsor dan mana yang tidak," jelasnya, Rabu (1/2/2017).

Setelah dipetakan, nantinya di kawasan tersebut akan diketahui area mana yang aman longsor, dan mana yang tidak.

Khusus di area rawan longsor diharapkan tidak didirikan bangunan, karena membuat beban tebing bertambah.

Sementara di area aman longsor, meski bangunan diperbolehkan berdiri tetap harus memenuhi standar keamanan.

"Jalur (evakuasi) itu dibutuhkan kalau sewaktu-waktu longsor datang," ungkapnya.

Dengan adanya peta dan jalur evakuasi, paling tidak nantinya warga dan wisatawan yang berkunjung sudah mengetahui kondisi geografis Bukit

Selain itu, dari peta mereka juga bisa mengetahui akses jalur evakuasi saat longsor datang.

"Pembuatan peta (dan jalur evakuasi) bukan dalam rangka menakut-nakuti, cuma agar warga dan pengunjung paham," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved