Berniat Memalak, Pemuda Tanggung Ini Jutsru Tewas di Tangan Korbannya

Pemuda tanggung itu malah harus meregang nyawa di tangan korbannya, pada Rabu (1/2/2017) dini hari.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni

Laporan Reporter Tribun Jogja, Azka Ramadhan

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Tragis, kiranya satu kata tersebut dapat menggambarkan nasib seorang remaja bernama Diki Muhrizal (15), warga Kampung Tegalsari RT 01/10 Kelurahan Magersari, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang

Bagaimana tidak, berniat memalak, pemuda tanggung itu malah harus meregang nyawa di tangan korbannya, pada Rabu (1/2/2017) dini hari.

Diki dinyatakan meninggal dunia di RSUD Tidar, setelah mengalami luka tusuk di bagian perut, hingga menyebabkan pendarahan parah. 

Sementara seorang rekannya, Indra Murza (22) warga Rampung Rejosari RT 04/06 Kelurahan Magersari, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang, mengalami luka tusuk di punggung dan sampai saat ini masih dirawat di rumah sakit yang sama.

Kapolres Magelang Kota, AKBP Hari Purnomo, melalui Kasubag Humas AKP Esti Wardiani menyampaikan, bahwa kejadian berlangsung di sebuah Warung Kucingan, yang terletak di Jalan Beringin, atau lebih tepatnya di depan Rumah Karaoke Pataya, pada kisaran pukul 01.30 WIB. 

Esti memaparkan, kejadian bermula ketika Dedi Hermawan (36) warga Perum Depkes Blok C1 No. 2, Kelurahan Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, yang tak lain merupakan pelaku penusukan, tengah menikmati secangkir kopi di TKP. 

Saat itu, ia bersama seorang rekannya, Fuad Prasetyo (23), yang kini berstatus sebagai salah satu saksi.

Tak berselang lama, datanglah Diki dan Indra, yang langsung meminta keduanya untuk menyerahkan uang dan perhiasan. Namun, dua sekawan itu menolak permintaan tersebut. 

Merasa tidak terima, Diki dan Indra lantas mengeroyok Dedi, dengan mendaratkan beberapa pukulan ke arah badan dan wajah, hingga menyebabkan giginya tanggal dan berdarah.

Semakin terpojok oleh serangan yang dilancarkan Diki dan Indra, Dedi lantas mengeluarkan sebilah pisau lipat, yang sehari-hari digunakannya untuk mereparasi vapor, atau semacam rokok elektrik. 

Pisau lipat tersebut langsung dihujamkan menuju bagian tubuh dua orang yang mengeroyoknya itu.

"Diki meninggal dunia di RSUD Tidar, setelah kehabisan darah akibat luka tusuk di perut. Sementara Indra yang tertusuk di bagian punggung, hingga kini masih mendapat perawatan intensif," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved