Viral Medsos
Kisah Pilu, Pria Penderita Tumor Ini Harus Jual Seekor Kambing untuk Beli Beras Selama Setahun
Cerita kehidupan Purwanto telah dibagikan oleh sejumlah netizen di jagat maya, salah satunya Arif Witanto.
Penulis: say | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM - Sehat dan diberi rezeki cukup adalah harapan semua orang. Namun manusia tak dapat menolak ketika diberikan ujian sakit.
Selain berobat, maka bersabar adalah cara terbaik agar bisa lulus ujian tersebut dengan baik. Sabar dengan penyakit tumor yang sudah diderita selama bertahun-tahun dialami oleh seorang pria bernama Purwanto di Rejoso, Nganjuk, Jawa Timur.
Tidak hanya sakit, ia juga hidup dalam ekonomi pas-pasan bersama sang ibu. Cerita kehidupan Purwanto telah dibagikan oleh sejumlah netizen di jagad maya, salah satunya Arif Witanto.
Di postingan Arif disebutkan, Purwanto sudah menderita tumor sejak berusia 12 tahun. Benjolan-benjolan kecil yang muncul di tubuhnya pada akhirnya membuat wajahnya tertutup.
Sebenarnya ia pernah menjalani operasi dan tumor itu pun hilang. Namun beberapa waktu kemudian, benjolan itu datang dan kembali menutup wajahnya.
Hingga saat ini, ia tak pernah memeriksakan lagi penyakitnya itu. Tak hanya itu yang membuat miris, Purwanto juga biasa menjual seekor kambing agar bisa membeli beras selama setahun.
Berikut postingan lengkap Arif.
"Wajah Purwanto ditutupi tumor semenjak usia 12 tahun. Ia hanya tinggal berdua dengan Tanem ibunya di rumah seukuran 6×4 meter.
Kepalanya diikat kaos agar matanya bisa digunakan untuk melihat. Seekor kambingnya dijual untuk beli beras selama setahun.
Purwanto yang biasa dipanggil Pur Blibis sudah puluhan tahun hidup dalam keterbatasan, karena semenjak berusia 12 tahun wajahnya sudah ditutupi tumor.
Awalnya ia juga terlahir normal seperti bayi lainnya. Namun lama kelamaan muncul benjolan-benjolan kecil di seluruh tubuhnya dan benjolan di wajahnya itu akhirnya menutupi wajahnya.
Sebetulnya Purwanto sempat sekali melakukan operasi di RSUD Dr Soetomo Surabaya dan benjolan itu sempat hilang.
Namun, pascaoperasi itu benjolannya tumbuh lagi dan lama kelamaan malah menutupi wajahnya, hingga membuatnya seperti sekarang-ini.
Purwanto hanya hidup berdua dengan Tanem, ibunya, menjalani hidup dalam keterbatasan di rumahnya yang berdinding triplek seukuran 6X4 meter.
Belum diketahui apakah Purwanto terdaftar dalam program jaminan kesehatan gratis pemerintah atau tidak. Sejauh ini Tribunjogja.com masih berupaya mengkonfirmasi Arif untuk mengetahui hal itu. (*)