Berpura-pura Jadi Polisi Razia Klitih, Dua Pemuda Ini Lakukan Pencurian Disertai Kekerasan

Bermodal postur badan tegap tersangka menipu dan mencuri barang milik Bambang (20) dan Yoga (17) warga Margoagung Seyegan Sleman.

Penulis: akb | Editor: oda
tcooklaw.com
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Berdalih menjadi anggota aparat penegak hukum yang sedang razia klitih, dua orang pemuda melakukan aksi pencurian disertai kekerasan.

Kedua pemuda yang kini mendekam di tahanan Polres Sleman itu yakni AL alias Banu dan AS alias Dewa warga Bambanglipuro Bantul. 

"Mereka megaku sedang melakukan patroli dan razia terhadap geng klitih, yang saat ini menjadi perhatian kepolisian," ungkap Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Sepuh Siregar, Selasa (24/1) saat jumpa perss di Mapolres Sleman. 

Bermodal postur badan tegap tersangka menipu dan mencuri barang milik Bambang (20) dan Yoga (17) warga Margoagung Seyegan Sleman.

Aksi kejahatan itu dilakukan tersangka di Jalan Ringroad Barat Trihanggo Gamping Sleman, akhir tahun 2016 lalu. 

Pencurian disertai kekerasan itu bermula saat kedua korban hendak pulang ke rumah. Keduanya yang pulang dari mencari makan berboncengan menggunakan sepeda motor.

Sesampainya di Jalan Ringroad Barat, korban diikuti oleh tersangka yang juga berboncengan. 

"Beberapa saat kemudian tersangka menghentikan korban," tambahnya. 

Kedua tersangka saat itu langsung mencecar pertanyaan kepada korban. Mereka menanyai apakah korban merupakan anggota geng yang akan melakukan klitih atau bukan.

Untuk menyakinkan korban, mereka lalu meminta kelengkapan surat kendaraan korban dengan alasan pemeriksaan. 

Selanjutnya tersangka melakukan penggeledahan terhadap barang bawaan korban. Ketika itu korban percaya jika tersangka merupakan anggota polisi berpakaian preman yang sedang bertugas. 

Memanfaatkan kepercayaan korban, tersangka mengambil dompet dan  ponsel milik keduanya. Tersangka kala itu sempat memukul korban dengan tangan kosong saat mengetahui ponsel milik korban terkunci dengan sandi. 

"Tersangka lalu mengajak korban ke kantor polisi, Polres Sleman, dengan jalan beriringan korban di depan dan pelaku di belakang," jelas Sepuh. 

Tanpa sepengetahuan korban, sesampainya di Selokan Mataram Jalan Ringrod Barat, kedua pelaku memutarkan arah sepeda motornya.

Beberapa saat kemudian korban menyadari jika tersangka telah menghilang. Korban yang sadar barangnya miliknya tekah dicuri lantas melaporkan kejadian itu ke Polres Sleman. 

"Berdasarkan ciri-ciri tersangka, kemarin kami amankan mereka di rumah masing-masing," ungkapnya. 

Barang bukti ponsel hasil curian dan sepeda motor yang digunakan pelaku ikut disita petugas dalam penangkapan itu. Sedangkan uang hasil curian telah dibagi dan digunakan para tersangka.

"Mereka (tersangka) masuk dalam daftar residivis. Pernah ditahan karena kasus narkoba dan pencurian," pungkas Sepuh. (*)

Gabung Instagram TribunJogja 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved