Breaking News:

Lipsus Kebutuhan Rumah

Pemerintah Harus Mencadangkan Tanah untuk Warga

Bukan cuma masyarakat berpenghasilan rendah saja yang akan kesulitan, namun masyarakat kelas menengah juga akan semakin sulit.

Penulis: dnh | Editor: Muhammad Fatoni
tribunjogja/dwi nourma handito
Suasana kawasan permukiman padat penduduk di pinggir kali Code Kota Yogyakarta. Data BPS DIY, tahun 2015 proporsi rumah tangga yang menempati rumah milik sendiri di kawasan perkotaan hanya sekitar 65 persen, sementara di pedesaan di atas 95 persen. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dwi Nourma Handito

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tanah di kawasan perkotaan Yogyakarta harganya semakin meroket dan tidak bisa terbeli, jumlahnya pun semakin sedikit.

Bahkan, bukan cuma masyarakat berpenghasilan rendah saja yang akan kesulitan, namun masyarakat kelas menengah juga akan semakin sulit.

"Mindset beli itu sudah sangat tidak wajar, enggak hanya buruh, bahkan pegawai negeri saya kira tidak bisa (membeli)," ujar Praktisi Perencanaan Tata Ruang, Dambung Lamuara Djaja Rabu (11/1/2017).

Lebih lanjut menurutnya, untuk kawasan perkotaan yang mulai padat seperti kawasan perkotaan Yogyakarta mindset yang dibangun adalah mindset untuk memiliki akses hunian, bukan membeli rumah. Karena secara ketersediaan lahan tidak akan mencukupi dan mahal.

Baca: Harga Tanah di Yogya Naik Gila-gilaan

"Seperti rusunami dan rusunawa diperbanyak," katanya.

Model seperti itu akan mengakomodir para pekerja atau buruh yang bekerja di pusat kota. Karena jika buruh tinggal di daerah yang jauh maka akan membebani biaya transportasi. Yogyakarta menurutnya dirasa harus melangkah kesana.

Sementara itu, Kepala Pusperkim (Pusat Kajian Kebijakan Perumahan Rakyat) UGM, Assoc.Prof.DR.Eng.Ir.Budi Prayitno mengatakan bahwa untuk membangun rumah di kawasan perkotaan adalah hal yang sulit. Terlebih karena habisnya tanah, seperti di Kota Yogyakarta.

Untuk itu, jika memang mau dihunikan di perkotaan maka harus ada rumah susun dengan memanfaatkan ruang yang sudah ada, ruang dalam hal ini adalah seperti stasiun atau pasar. Budi menyebut ini sinergitas, seperti bagaimana rumah susun di Jakarta dibangun di atas pasar Rumput. Menurutnya hal ini sudah dilakukan di luar negeri.

Baca: Ngimpi, Bisa Beli Rumah di DIY

"Di Jepang rusun di atas stasiun, mix use, sudah lazim, itu bisa dicoba rusun di Kota Yogya, dicoba membuat rusun tidak perlu tingkat tinggi seperti Jakarta, (bisa) 4 lantai atau 3 lantai di atas pasar," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved