Tumpukan Sampah Liar di Tepian Ringroad Utara

Meski telah memasang beberapa spanduk larangan tetap saja sejumlah orang tak bertanggungjawab membuang sampah ke lokasi tanah desa itu.

Penulis: akb | Editor: oda
tribunjogja/jihad akbar
Kondisi tanah kas desa yang menjadi sasaran pembuangan sampah oleh orang tak bertanggungjawab, Senin (9/1/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Ulah membuang sampah sembarangan masih terjadi di wilayah Sleman.

Salah satu contohnya yakni keberadaan sampah liar di seberang Kantor Kecamatan Depok yang ada di Ringroad Utara Sleman.

Selain limbah rumah tangga, limbah pembangunan berupa tanah urug terlihat menumpuk di lokasi itu.

“Sebenarnya wilayah itu kan tanah kas desa milik Pemdes (Pemerintah Desa) Condongcatur. Dan fungsinya bukan sebagai tempat untuk buang sampah,” tutur Budiharjo Camat Depok, Senin (9/1/2017). 

Perbuatan tak bertanggungjawab tersebut diakuinya sangat mengganggu.

Meski telah memasang beberapa spanduk larangan tetap saja sejumlah orang tak bertanggungjawab membuang sampah ke lokasi tanah desa itu.

Selain mengganggu warga sekitar, keberadaan sampah liar yang ada tepat di tepi jalan itu juga mengganggu keasrian lingkungan.

Guna mencegah pembuangan sampah dan tanah galian, Kecamatan Depok telah meminta Pemdes Condongcatur untuk memagari lokasi itu menggunakan seng.

Sementara itu, Kepala Desa Condongcatur Reno Candra Sangaji menyampaikan, pihaknya saat ini telah melakukan patroli rutin guna mencegah ulah pembuangan sampah sembarangan.

Namun hingga saat ini pelaku pembuang sampah belum diketahui. 

Pihaknya memperkirakan aksi pembuangan sampah dilakukan pada dini hari.

Sedangkan dugaan sementara, pembuang tanah urug dilakukan oleh pemborong yang tidak memiliki tempat khusus untuk menampung limbahnya.

“Pembuangan sampah di tanah kas desa ada sekitar sebulan lalu. Sepertinya pelakunya hanya beberapa, tapi sekali buang volumenya langsung banyak, jadi menumpuk seperti sekarang,” ungkap Reno. 

Sebelumnya tanah kas desa yang berada di depan kantor Kecamatan Depok itu selalu bersih.

Namun sejak pembangunan pemukiman dan bangunan komersial mulai gencar di wilayah itu, pembuangan tanah urug ke lokasi tersebut semakin tak terkendali. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved