PSS Inginkan Kejelasan Pemain Terhukum

Kasus sepakbola gajah melibatkan PSS dan PSIS Semarang ketika terjadi pertandingan di Stadion Sasana Krida akhir 2014 lalu.

PSS Inginkan Kejelasan Pemain Terhukum
net
Logo PSS Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Manajemen PSS Sleman punya misi krusial saat menghadiri Kongres PSSI di Bandung, Jawa Barat, Minggu (8/1/2017) esok.

Selain demi mengetahui kejelasan kompetisi Divisi Utama 2017 yang diikuti tim, PSS ingin mendapat kejelasan perihal nasib beberapa pemainnya yang berstatus terhukum atas kasus sepakbola gajah.

Seperti diketahui, kasus sepakbola gajah melibatkan PSS dan PSIS Semarang ketika terjadi pertandingan di Stadion Sasana Krida akhir 2014 lalu.

Akibat dari beberapa gol bunuh diri yang dilakukan oleh kedua tim, baik pemain, pelatih maupun official PSS dan PSIS mendapatkan sanksi beragam atas tindakannya.

Di kubu PSS, Pelatih Heri Kiswanto, ofisial Rumadi dan Eri 'Ebleh' Febrianto menerima sanksi larangan beraktivitas di sepakbola nasional seumur hidup sejak 11 November 2014.

Juga pemain pencetak gol bunuh diri seperti Agus 'Awank', Hermawan dan Riyono. Dua asisten pelatih Edi Broto dan Herwin Syahrudin disanksi 10 tahun.

Masih ada beberapa pemain PSS yang juga terkena sanksi larangan bermain di sepakbola nasional dibawah PSSI namun lebih ringan dari para pencetak gol.

Mereka adalah Ridwan Awaludin, Eko Setiawan, Anang Hadi, Mudah Yulianto, Moniega Bagus, Marwan Muhammad, Satrio Aji dan Wahyu Gunawan yang terkena sanksi lima tahun.

Manajer PSS Sleman, Arif Juli Wibowo tidak menampik jika akan ada agenda pembahasan soal pengampunan sanksi untuk klub maupun pemain terhukum atas kasus tersebut.

"Siapa pun yang berangkat nanti, akan kami perjuangkan nasib tim, pelatih, official dan pemain agar segera mendapatkan kejelasan," ujar Arif, Jumat (6/1/2017) kemarin.

Halaman
12
Penulis: sus
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved