Viral Medsos

Pakai Kaos Palu Arit, Pria Berkebangsaan Rusia Digiring ke Kantor Polisi

Seorang pria berkebangsaan Rusia dibawa ke kantor polisi di daerah Batam, Kepulauan Riau (Kepri) karena memakai kaos bergambar palu arit.

Penulis: say | Editor: Ikrob Didik Irawan

TRIBUNJOGJA.COM - Seorang pria berkebangsaan Rusia dibawa ke kantor polisi di daerah Batam, Kepulauan Riau (Kepri) karena memakai kaos bergambar palu arit.

Pria itu sempat ditahan demi alasan keamanan.

Seperti dilansir situs berita Rusia Sputnik News, Selasa (3/1/2016), awalnya Igor Riabchuk ditegur oleh sekelompok orang yang mengaku tergabung dalam barisan Anak Komando Baret Merah (AKBM).

Itu terjadi pada Sabtu (31/12/2016).

Oleh karena Igor tak dapat berbicara bahasa Inggris ataupun bahasa Indonesia, maka ia digiring ke kantor polisi.

Setelah diperiksa, ternyata kaos itu dibeli di Vietnam.

Juru bicara Polda Kepri, Saptono Erlangga mengatakan, tak ada motif politik di balik pemakaian kaos tersebut.

Igor hanya seorang turis dan segera dikembalikan ke hotel setelah keadaan aman.

"Dia hanya bisa berbicara Rusia sehingga dia tidak mengerti mengapa orang-orang itu mendekatinya," ungkap Saptono.

Sebelumnya, seorang warga Singapura juga ditangkap karena memakai kaos bergambar terlarang ini.

Seorang sopir taksi lokal juga harus menghabiskan malam tahun baru di penjara karena mengenakan kaos bergambar palu arit.

Diamankannya pria Rusia yang mengenakan kaos palu arit ini menimbulkan komentar beragam dari netizen. Berikut beberapa komentar mereka.

Marco Alencar: "itu sebenarnya simbol buruh, bukan komunisme."

Puji Rahayu: "di Indonesia itu adalah simbol Partai Komunis Indonesia yang melakukan pemberontakan pada 1948 dan 1965. Itu mengapa komunisme dilarang di Indonesia. Beberapa orang fobia komunisme."

Robert Roud: "apa masalahnya? Lol orang di sini dapat memakai baju Che Guevara jika mereka ingin, ini kebebasan berekspresi."

Agus Nizami: "pemberontak komunis membunuh tujuh jenderal kami dan banyak yang lainnya pada 1965. Lalu kami berjuang kembali. 500.000 orang terbunuh dan semua lambang komunis dilarang di Indonesia. Pada 1948 komunis juga memberontak. Partai Komunis China adalah partai politik terbesar di dunia. Ini bukan hantu. Ini mendukung Partai Komunis Indonesia." (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved