Angka Bunuh Diri di Gunungkidul Sepanjang 2016 Terbilang Masih Tinggi
Hingga akhir tahun 2016 lalu, tercatat sebanyak 30 jiwa yang nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Angka bunuh diri di Kabupaten Gunungkidul masih terbilang tinggi.
Hingga akhir tahun 2016 lalu, tercatat sebanyak 30 jiwa yang nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.
"Meskipun jumlahnya lebih rendah dari tahun lalu, namun jumlah ini masih tinggi, untuk itu perlu penanganan lebih,” ungkap Kapolres Gunungkidul AKBP Nugrah Trihadi, Senin (2/1/2017).
Merujuk data Polres Gunungkidul, kasus gantung diri di Gunungkidul paling banyak terjadi di Kecamatan Semanu, dibandingkan kecamatan lainnya.
Sebanyak enam kasus terjadi selama 2016 lalu. Disusul oleh Kecamatan wonosar sebanyak lima kasus gantung diri.
Sementara kasus bunuh diri pada tahun 2015 lalu sebanyak 31 kasus dengan tiga percobaan gantung diri. Modus yang dilakukan pun banyak, mulai dari alasan depresi, penyakit menahun, sampai masalah asmara.
Untuk itu, Nugrah pun meminta peran serta tokoh masyarakat pemuka adat dan juga pemuka agama untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat bahwa aksi bunuh diri tidaklah dibenarkan baik menurut norma sosial atau ajaran agama. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/gantung-diri_1704_20150417_185646.jpg)