Sidik Tewas Terbakar Hidup-hidup di Rumahnya

Sidik (22), yang merupakan salah satu penghuni di salah satu rumah ditemukan tewas dalam kondisi hangus terbakar.

Alsadad Rudi
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Tragedi Kebakaran melanda dua rumah di Jalan Kebon Bawang X nomor 34 dan 36, RT 011/001, Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Rabu (28/12/2016), sekitar 22.15 WIB.

Dalam kejadian ini, Sidik (22), yang merupakan salah satu penghuni di salah satu rumah ditemukan tewas dalam kondisi hangus terbakar.

"Kebakaran itu diduga kuat korsleting listrik ya dan usai kebakaran itu, kami bersama jajaran Suku Dinas (Sudin) Damkar Jakarta Utara, jika di lantai II salah satu rumah ditemukan sosok jasad yang hangus terbakar.

Diketahui, pria itu bernama Sidik merupakan penghuni di salah satu rumah yang terbakar itu, papar Kapolsek Tanjung Priok, Kompol France Siregar kepada awak media, Kamis (29/12).

Berawal kejadian, kebakaran tersebut diawali adanya asap mengepul, tepat di atap Lantai II rumah bernomor 36, yakni M Yusti Lewi (65).

Kemudian api semakin membesar, merembet ke rumah bernomor 34 yang pemiliknya yakni Ria (48).

"Dari lantai II atap rumah milik Yusti. Memang di lantai II itu dihuni oleh anaknya, Sidik. Lalu, api pun semakin membesar dan merembet ke rumah milik Ria. Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara, mengerahkan 13 unit pemadam, guna padami api cepat membesar itu," papar France.

Sementara itu, Satriadi Billy Gunawan, sebagai Kepala Suku Dinas (Kasudin) Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara, melanjutkan, kebakaran dimulai sekitar 21.15 WIB.

Api pun, jelas Satriadi dapat dipadamkan sekitar pukul 22.30 WIB.

"Belum diketahui berapa total kerugiannya itu. Namun dalam kejadian ini memang kami dan polisi setempat temukan jasad laki-laki yang kondisinya hangus terbakar. Korban itu tewas yangbbernama Sidik, merupakan anak pemilik rumah, M Yusti. Koran dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Diduga, Sidik terjebak saat ini mencoba kabur dari tragedi itu," kata Satriadi. (Wartakota)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved