Lipsus Tribun Jogja

Pencemaran Limbah Warga Ancam Kekuatan Bangunan Situs Gua Siluman

Kondisi Pesanggrahan Sultan Hamengkubuwono II di Desa Wonocatur, Banguntapan, Bantul, atau lebih dikenal dengan sebutan Gua Siluman memprihatinkan

Pencemaran Limbah Warga Ancam Kekuatan Bangunan Situs Gua Siluman
Tribun Jogja/ Siti Ariyanti
Suasana Gua Siluman, Pesanggrahan Sri Sultan HB II di kawasan Wonocatur, Banguntapan, Bantul. 

TRIBUNJOGJA.COM - Kondisi Pesanggrahan Sultan Hamengkubuwono II di Desa Wonocatur, Banguntapan, Bantul, atau lebih dikenal dengan sebutan Gua Siluman memang memprihatinkan.

Beberapa bagian situs telah berubah menjadi jalan dan ruko untuk berjualan.

Ign Eka Hadiyanta, Kepala Unit Kerja Dokumentasi Publikasi, Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY menjelaskan, situs tersebut memang perlu dilestarikan.

Saluran air situs yang telah tercemar limbah warga bisa mempengaruhi soliditas bangunan.

Jalan di depan situs yang ramai dilalui kendaraan sebenarnya juga sangat berbahaya baik untuk pesanggrahannya maupun kendaraan yang lewat.

Ini karena struktur jalan tersebut tidak diperuntukkan bagi kendaraan besar.

Namun, itu tetap saja berlanjut sampai sekarang.

"Kendaraan lewat di depan situs seperti mobil itu sangat bahaya sekali," ungkap Eka belum lama ini.

BPCB memang sudah memiliki rencana untuk memugar Gua Siluman, tetapi belum menetapkan jadwal pastinya karena harus melakukan pendekatan ke berbagai pihak. Menurut Eka, masalah pelestarian situs tersebut terbilang kompleks.

"Untuk memugar masih butuh kesepakatan dengan pihak terkait. Itu kan persoalannya kompleks. Ada jalan, air limbah dan persoalan sosial. Jadwal kegiatannya yang belum kami tetapkan," tambahnya. (*)

Penulis: say
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved