Yang Fana Minicompo, Radio Abadi
Sejak ditemukan pertama kali oleh Guglielmo Marconi di Bologna, Italia, lebih seabad lalu, teknologi radio tak pernah benar-benar mati.
Laporan Tim Reporter Tribun Jogja
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Radio. Kata itu tak bisa lepas dari perjalanan panjang sejarah bangsa ini.
Ketika Sukarno memaklumatkan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, radiolah media massa yang bisa memberitahukan momentum itu ke penjuru kolong langit dunia.
Sejak ditemukan pertama kali oleh Guglielmo Marconi di Bologna, Italia, lebih seabad lalu, teknologi radio tak pernah benar-benar mati. Padahal, berbagai teknologi baru dinubuatkan 'membunuh' radio.
Misalnya ketika kotak ajaib bernama televisi mulai menggema gaungnya di dekade 1920-an.
Tapi apa? Sampai detik ini, radio masih terus bernafas menemani pendengar setianya.
Meskipun semua tahu, internet telah menjadikan berbagai produsen informasi versi lama digiring menuju senjakalanya.
Selengkapnya simak halaman 13 Tribun Jogja edisi Senin (19/12/2016). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/koleksi-radio-tua_20161209_135847.jpg)