Anneke Konsisten Menjadi Tattoo Artist

Sebelum menjadi seniman tattoo, Anne sempat menekuni banyak pekerjaan di bidang menggambar.

Penulis: Gaya Lufityanti | Editor: oda
tribunjogja/hendra krisdianto
Anneke Fitrianti 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Gaya Lufityanti

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tumbuh di lingkungan musik punk dan skinhead, membuat Anneke Fitrianti dekat dengan seni tattoo serta banyak seniman tattoo.

Hingga akhirnya ia serius mempelajari seni tattoo dan menjadi seorang seniman tattoo yang diperhitungkan di Yogyakarta.

Tak dipungkiri, kegemarannya menggambarlah yang membawa Anne, begitu ia akrab disapa, pada profesinya ini. Sebelum menjadi seniman tattoo, Anne sempat menekuni banyak pekerjaan di bidang menggambar.

Entah itu desain grafis, advertising maupun membuat storyboard. Namun rupanya, bekerja di bawah naungan perusahan bukan menjadi passion-nya.

Kemudian ia memutuskan belajar seni tattoo pada seniman-seniman tattoo. Halangan sempat datang saat ia mengutarakan maksudnya untuk mencari ilmu tentang seni tattoo pada seniman-seniman di kota besar misalnya Jakarta dan Bandung.

Sebuah penolakan halus seperti 'Ini pekerjaan untuk laki-laki, ngapain kamu ikut-ikutan?' pun sempat menghadangnya, hingga membawanya untuk belajar pada seniman tattoo di Yogyakarta.

"Dulu aku susah ingin belajar tattoo, karenanya ke depan kalau skill sudah memungkinkan aku ingin merangkul perempuan-perempuan muda yang ingin belajar tattoo dan bingung untuk memulainya. Berbagi ilmu tidak akan membuat kamu jadi miskin kok," papar wanita kelahiran Bandung ini.

Menekuni profesinya sebagai seniman tattoo selama tujuh tahun belakangan tidak membuatnya berhenti belajar. Baginya, setiap pelanggan memberikan tantangannya masing-masing, sehingga memperkaya pengetahuannya mengenai seni rajam tubuh ini.

"Setiap klien istimewa, ada dari kalangan pendeta, dosen, suster hingga dokter. Saat melakukan proses tato, biasanya ada waktu intens sekitar 3 jam sehingga obrolan sering terjadi sampai ada yang curhat. Di saat itulah, aku tak hanya menjadi seorang seniman tattoo, tapi juga dokter sekaligus psikolog," kata pemilik studio tattoo Petrichor yang berada di Jalan Tirtodipuran, Yogyakarta ini.

Anne yang kini memfokuskan karyanya pada blackwork, linework dan dotwork tattoo ini banyak bermain motif garis dan teknik geometri pada karyanya.

Sekalipun mayoritas gambar adalah permintaan klien, namun Anne selalu menuangkan ide dari klien dengan sentuhan ciri khasnya.

Karena memiliki sifat permanen di kulit, Anne biasa melakukan konsultasi dengan kliennya. Bagi kebanyakan orang, tattoo memiliki arti sendiri-sendiri bagi pemiliknya, baik untuk penanda peristiwa maupun untuk fashion.

Ya, saat ini tattoo menjadi satu aspek penting di industri fashion, yakni bisa memperindah tampilan fisik seseorang.

Halaman
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved