Pria yang Kemana-mana Pakai Jarit dan Udheng Ini Sempat Hebohkan Jagat Maya, Begini Pengakuannya

Budiutomo Prawirodihardjo memberikan konfirmasinya pada Tribunjogja.com. Ia pun membeberkan alasannya.

Pria yang Kemana-mana Pakai Jarit dan Udheng Ini Sempat Hebohkan Jagat Maya, Begini Pengakuannya
dok pri Budiutomo Prawirodihardjo
Budiutomo Prawirodihardjo dan beberapa koleksinya. 

TRIBUNJOGJA.COM - Beberapa hari lalu, kisah seorang pria yang justru ditertawakan saat jalan-jalan sambil memakai pakaian tradisional sempat menghebohkan netizen di jagat maya.

Tribunjogja.com pun memberitakan kisah viral yang inspiratif itu.

Hari ini, Selasa (13/12/2016), netizen Budiutomo Prawirodihardjo memberikan konfirmasinya pada Tribunjogja.com. Ia pun membeberkan alasannya, mengapa selalu memakai jarit dan udheng kemanapun pergi.

Pria berusia 38 tahun itu menuturkan, sejak kecil orang tuanya selalu menanamkan rasa cinta pada adat dan kebudayaan daerah.

Ia pun sudah suka memakai pakaian tradisional sejak masih kecil, meskipun terkadang malu-malu.

Baca: Jalan-jalan ke Mall Pakai Busana Tradisional Jawa, Pria Ini Malah Ditertawakan

Namun sejak batik, keris dan wayang diakui sebagai warisan dunia asli Indonesia oleh UNESCO, ia pun semakin percaya diri melakukannya.

Ia selalu memakai pakaian tradisional kemanapun pergi, kecuali sedang dinas, mandi dan tidur.

Meskipun terkadang ada yang meledek dan tertawa, tetali ia menanggapinya dengan santai.

"Saya pakai sejak kecil karena diajari bapak ibu saya untuk mencintai budaya. Tidak sekadar teori tetapi praktek langsung. Sudah biasa, saya cuek aja. Toh itu tidak perbuatan buruk," ujar pria yang bertugas di RS Bhayangkara Polda Jawa Timur itu.

Selain itu, Budiutomo juga ingin menanamkan rasa cinta kebudayaan daerah pada anaknya. Meskipun belum ditiru semua anggota keluarga, tetapi sang istri sudah mulai mengikuti jejaknya.

Selain mengenakan pakaian tradisional kemanapun pergi, Budiutomo jugo mengoleksi ratusan keris, tombak dan batik di rumahnya.

Ini karena pria yang tinggal di Sukodono, Sidoarjo itu benar-benar sudah cinta dengan kebudayaan Jawa. (*)

Penulis: say
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved