Viral Medsos

Jalan-jalan ke Mall Pakai Busana Tradisional Jawa, Pria Ini Malah Ditertawakan

Banyak yang menertawakan Budiutomo, ketika ia jalan-jalan ke mall sambil mengenakan udheng dan jarit.

Penulis: say | Editor: oda
Facebook
Budiutomo jalan-jalan ke mall sambil mengenakan udheng dan jarit. 

TRIBUNJOGJA.COM - Sudah sewajarnya bila orang dari daerah tertentu mengenakan pakaian adat tradisionalnya.

Namun karena masuknya kebudayaan dari negara lain, memakai busana tradisional ketika jalan-jalan jadi dianggap aneh.

Pengalaman ini dirasakan sendiri oleh netizen bernama Budiutomo Prawirodihardjo. Ia menceritakan mengenai apa yang dialaminya di akun Facebook miliknya, Jumat (9/12/2016).

Dari postingan tersebut, diketahui bila banyak yang menertawakan Budiutomo, ketika ia jalan-jalan ke mall sambil mengenakan udheng dan jarit.

Budiutomo jalan-jalan ke mall sambil mengenakan udheng dan jarit1
Budiutomo jalan-jalan ke mall sambil mengenakan udheng dan jarit.

Bahkan, sejumlah orang juga bertanya banyak hal soal pakaiannya itu, mulai dari menjadi dalang hingga menghadiri resepsi pernikahan.

Lelaki yang tinggal di Sidoarjo, Jawa Timur ini mengaku heran dengan orang yang meledeknya.

Pasalnya, mall yang ia kunjungi berada di Jawa, sehingga mengenakan pakaian tradisional daerah ini tentunya sudah merupakan hal wajar.

Namun kenyataannya, ia justru ditertawakan. Hingga Minggu (11/12/2016) sore, postingan itu telah disukai 1.197 netizen dan dibagikan 682 kali.

Budiutomo jalan-jalan ke mall sambil mengenakan udheng dan jarit2
Budiutomo jalan-jalan ke mall sambil mengenakan udheng dan jarit.

Tribunjogja.com masih berupaya mengkonfirmasi Budiutomo, agar bisa menceritakan lebih detil soal itu.

Baca: Pria yang Kemana-mana Pakai Jarit dan Udheng Ini Sempat Hebohkan Jagat Maya, Begini Pengakuannya

Berikut curhatan lengkap pria tersebut.

"Orang-orang meganggap aku aneh. Jalan di Mall, makan di Foodcourt asing pakai jarit dan udheng. Di gerai-gerai pada ketawa, tanyanya macem-macem.
'Mas, baru selesai khitankah.'
'Mas, habis pentas ndalang dimana?'
'Mas, sampeyan lucu ya kalau pakai pakaian kuno begini.'
'Mas, sampeyan nyentrik berpakaian orang desa.'
"Mas, habis resepsian?'
Dalam hati hanya berpikir, yang aneh ini aku atau yang comment ya?

Ini lho pakaian nenek moyang kita yg sangat luar biasa nilainya.
Ini lho budayaku, yang penuh filosofi kehidupan di baliknya.
Ini lho kebanggaanku, sejarah mencatat hasil peradaban nenek moyang kita ini diakui PBB melalui UNESCO sebagai warisan dunia asli Indonesia." (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved