3 Praktek Medis Paling Sadis dan Aneh di Zaman Dulu!

Para dokter di zaman dahulu cenderung menyakiti pasien untuk mengobati penyakit yang ada diidap oleh para pasiennya.

Editor: oda
hai-online.com

TRIBUNJOGJA.COM - Bermodalkan teknologi yang alakadarnya, edukasi yang pas-pasan, para dokter di zaman dahulu cenderung menyakiti pasien untuk mengobati penyakit yang ada diidap oleh para pasiennya.

Sebenarnya, hal itu harus di tolerir, pasalnya, nggak ada yang bisa dilakukan oleh para dokter untuk menyelamatkan pasiennya selain dengan cara ini.

Ingin mengetahui informasinya lebih lanjut? Ini dia informasi yang didapatkan dari channel Youtube Elite Facts!

1. Potong Lidah

Di abad ke 18 dan 19, para dokter di zaman itu kesulitan untuk menemukan cara dalam menyembuhkan penyakit gagap yang terjadi pada manusia.

Nah, saat itu, para dokter menemukan sebuah cara untuk menghilangkan gagap, yakni memotong lidah orang yang gagap menjadi dua bagian, tapi tidak sampai lepas.

Praktek kesehatan ini dinamakan dengan Hemiglossectomy dan masih dilakukan sampai saat ini, namun hanya dilakukan kepada pasien yang mengidap kanker oral dan dilakukan dalam keadaan pasien yang sudah terbius.

Kalau zaman dahulu? Pasiennya sadar dan bisa merasakan ketika lidahnya dipotong!

Di masa yang lalu, praktek ini banyak yang tidak berhasil dan mengakibatkan para pasien meninggal akibat kehabisan darah.

2. Melawan Kemandulan

Pada awal abad ke-19, John Brinkley dinobatkan sebagai dokter terkaya di Amerika Serikat, walau sebenarnya ia tidak memiliki kualifikasi sebagai dokter.

Alasannya? Yap, ia mengaku bisa mengobati impotensi alias kemandulan yang dialami pria saat itu. Caranya?

Yap, John memotong buah zakar binatang domba dan memasangnya ke kantung kemaluan pria. Mungkin sudah gila, ya, dokter ini?

Ironisnya, banyak pasien John yang mati karena operasi itu.

3. Pengganti Kondom

Pada masa Mesir kuno masih berjaya, kondom belum dibuat untuk para orang yang ingin melakukan hubungan seks namun tidak memiliki anak. Lantas, bagaimana solusinya?

Ya, para dokter di sana menggunakan kotoran buaya yang kemudian dimasukkan ke vagina setelah dikeringkan.

Ide dari praktek ini dilakukan untuk menghindari adanya kehamilan yang terjadi pada wanita.

Saksikan video dan praktek medis lainnya di bawah ini. (hai-online.com)

Sumber: Hai
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved