Faktor Meredupnya Performa Dicky Prayoga di PSS

Seto pun terpaksa sering memasukkan Dicky sebagai pemain pengganti pada pertandingan PSS

Faktor Meredupnya Performa Dicky Prayoga di PSS
net
Logo PSS Sleman 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Susilo Wahid

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pamor Dicky Prayoga bersama PSS Sleman awal turnamen Indonesian Soccer Championship (ISC) B sempat melejit, seiring performa impresif yang ditunjukkannya.

Ia cukup produktif memberikan assist. Beberapa gol juga ia ciptakan.

Satu di antaranya ke gawang PSBI Blitar lewat tendangan jarak jauh. Tapi kini, performanya cenderung meredup.

Setidaknya ini yang terjadi di ujung masa kualifikasi grup ISC B. Bersama nama-nama semisal Busari, Risky dan Tri Handoko, Dicky sempat mendapat sorotan dari pelatih Seto Nurdiyantara, karena dianggap mengalami penurunan performa.

Beruntung, meski dengan napas terengah, PSS tetap mampu lolos ke babak 16 besar.

Sayang, di fase 16 besar keadaan tak kunjung menjadi lebih baik bagi Dicky. Pasalnya ia masih belum bisa menunjukkan progres positifnya.

Seto pun terpaksa sering memasukkan Dicky sebagai pemain pengganti meski namanya masih menjadi langganan masuk line up pemain PSS. Tapi ini saja belum cukup melihat potensi Dicky.

Situasi jadi makin rumit ketika di posisi gelandang sayap yang biasa ditempati Dicky kedatangan dua pemain anyar, Kito Chandra dan Crah Eka Angger.

Namun hanya Kito yang lebih banyak mengisi posisi Dicky menemani Tri Handoko. Sedangkan Angger menjadi langganan sebagai seorang wingback bersama Rumba.

Bagaimana pengakuan pemain bernomor punggung 91 itu? Simak selengkapnya di edisi cetak Tribun Jogja, Sabtu (3/12/2016). (*)

Penulis: sus
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved