PSS Sleman
Penonton Sepi, Pendapatan Panpel PSS Turun Drastis
PSS dibuat merugi karena dana yang masuk yang biasanya untuk pemenuhan kebutuhan tim menjadi tersendat.
Penulis: Susilo Wahid Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pihak Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan PSS Sleman mengkonfirmasi bahwa hasil penjualan tiket saat laga uji coba kontra Bhayangkara FC U-21 di Maguwoharjo International Stadium (MIS), Sleman, Sabtu (26/11/2016) kemarin, mengalami penurunan drastis.
Penyebabnya karena suasana stadion sepi penonton.
Seperti apa yang disampaikan Ketua Panpel PSS, Edyanto, kepada Tribun Jogja pada Senin (28/11) kemarin soal penurunan pendapatan dari hasil penjualan tiket.
"Biasanya pemasukan Rp 200 juta lebih saat laga resmi maupun laga uji coba , tapi hasil laga kemarin tak sampai Rp 50 juta," kata Edyanto.
Edyanto kurang mengetahui secara pasti perihal sepinya penonton terutama di tribun selatan dan utara yang biasa ditempati Brigata Curva Sud (BCS) dan Slemania.
Lawan yang tak terlalu menimbulkan daya tarik sejauh ini jadi indikasi. Namun isu aksi boikot demi solidaritas untuk Persebaya 1927 juga sempat menyeruak.
Yang pasti, PSS dibuat merugi karena dana yang masuk yang biasanya untuk pemenuhan kebutuhan tim menjadi tersendat. Apalagi dengan molornya waktu pelaksanaan babak delapan besar.
"Memang ada pembekakan pengeluaran karena babak delapan besar molor," kata Direktur Operasional PSS, Rumadi beberapa waktu lalu. (*)