TKW asal Indonesia Diduga Jadi Korban Permerkosaan dan Pembunuhan di Malaysia

Diduga, TKW asal Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur, itu menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan.

TKW asal Indonesia Diduga Jadi Korban Permerkosaan dan Pembunuhan di Malaysia
Ist
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, MALANG - Seorang tenaga kerja wanita (TKW) yang diketahui bernama Kristina Dewi (42) dikabarkan tewas di Selangor, Malaysia.

Diduga, TKW asal Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur, itu menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan.

Kepala Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Malang, Muhamad Iqbal mengatakan, pada 11 November lalu, Satgas Perlindungan WNI pada KBRI Kuala Lumpur mendapat laporan dari Polisi Petaling Jaya, Selangor, tentang adanya kasus pemerkosaan dan pembunuhan.

Aksi kejahatan itu diduga terjadi pada tangal 6 November. Hasil dari investigasi, korban meninggal karena pukulan benda tumpul di bagian kepala.

Kemudian janazah korban disimpan di Rumah Sakit Sungai Buloh, Selangor. Polisi setempat masih melakukan pengejaran terhadap pelaku.

"Kami mendapatkan informasi dari KBRI Kuala Lumpur dan diminta melakukan pelacakan untuk pemulangannya," kata Iqbal, Senin (21/11/2016).

Saat ini, sudah dilakukan koordinasi dan pengurusan berkas terkait kepulangan janazah tersebut. Namun Iqbal masih belum bisa memastikan kapan janazah itu bisa dipulangkan.

"Kami masih koordinasi. Masih diurus soal surat-suratnya," ucapnya.

Dari hasil pelacakan sementara, TKW itu berangkat dengan cara unprosedural. Sebab di dalam daftar yang ada di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang, Nama Kristina Dewi tidak ditemukan.

Meski demikian, KBRI tetap melakukan upaya untuk pemulangan jenazah TKW malang tersebut.

"Meski demikian tetap kami layani. Sebab dia merupakan Warga Negara Indonesia dan negara harus hadir," ujarnya.

Berdasarkan informasi, TKW itu berangkat ke Malaysia pada tahun 2007. Belum diketahui profesi TKW itu selama berada di negeri jiran itu. (kompas.com)

Editor: oda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved