Barang Berharga Wisatawan Banyak Hilang di Parangtritis, Citra Wisata Pantai Bisa Rusak

Hal ini, dianggap warga sebagai sesuatu yang sudah meresahkan dan dapat memperburuk citra wisata di Parangtritis.

Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Agung Ismiyanto
Sejumlah wisatawan mengendarai ATV di Pantai Parangtritis, Kretek, Bantul. Keberadaan ATV di sejumlah pantai di Kabupaten Bantul menjadi wahana menyenangkan sekaligus bisa menjadi momok menyeramkan bagi wisatawan. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sejumlah warga di kawasan Dusun Mancingan, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, melakukan razia Kartu Tanda Penduduk (KTP) pada pendatang, Senin (21/11/2016).

Hal ini lantaran mereka merasa resah selama beberapa waktu terakhir, setelah beberapa wisatawan di kawasan tersebut mengeluhkan kehilangan barang berharga mereka saat menginap di penginapan yang ada di kawasan tersebut.

Warga akhirnya merasa gerah dengan ulah pencuri yang mulai mengambil sepeda motor, telepon seluler (ponsel) hingga televisi yang berada di gardu jaga keamanan Mancingan Baru, juga raib digondol pencuri.

Hal ini, dianggap warga sebagai sesuatu yang sudah meresahkan dan dapat memperburuk citra wisata di Parangtritis.

Akhirnya, warga yang kebanyakan pemuda, bersama dengan tokoh masyarakat, Ketua RT, Polsek Kretek dan Koramil Kretek menggelar operasi KTP.

Operasi ini diyakini warga dapat menjadi salah satu pencegahan akan maraknya pencurian yang diduga disebabkan oleh para pendatang dan tinggal tidak menetap di kawasan obyek wisata Pantai Parangtritis.

Untuk menggelar operasi KTP ini, puluhan warga bersama aparat kepolisian dan Koramil Kretek dibagi dalam beberapa kelompok.

Mereka melakukan penyisiran beberapa tempat yang diduga digunakan sebagai tempat tinggal warga pendatang tersebut.

“Kami merasa dirugikan jika kawasan wisata ini tidak aman. Sehingga, banyak wisatawan nanti akan kapok datang ke pantai Parangtritis,” kata Margiyono Widodo, Koordinator tim keamanan Dusun Mancingan.

Pihaknya menjelaskan, operasi ini tidak menjadi aksi arogan, akan tetapi untuk lebih menyeleksi pendatang yang diduga meresahkan keamanan dan ketertiban di kawasan tersebut. Dia menambahkan, jika aksi ini terus berlanjut, maka kerugian besar akan menanti para warga yang rata-rata menyewakan penginapan, warung, dan berjualan di kawasan pantai tersebut.

“Kami melibatkan petugas dari delapan Rukun Tangga (RT). Kami melakukan pendataan identitas ini sudah koordinasi dengan wilayah Gunungkidul, Kepala Desa, dan Polsek juga sudah memberikan lampu hijau,” ulasnya.

Meski demikian, di beberapa lokasi yang biasa digunakan untuk tempat tinggal pendatang tampak kosong tanpa penghuni. Jikapun ada penghuninya mereka mempunyai identitas meski luar Kabupaten Bantul.

Kepala Dusun Mancingan, Handri Sarwoko menjelaskan, razia KTP ini merupakan yang pertama kali digelar.

Dalam razia ini, pihaknya memang menemukan warga yang berasal dari luar Kabupaten Bantul. Namun, mereka saat ini sudah memiliki KTP.

“Ini sebagai bentuk peringatan pertama dan terakhir. Jika nanti ditemukan warga tanpa identitas akan didata oleh kepolisian. Jika nantinya ada razia ditemukan lagi tidak membawa identitas akan langsung diproses hukum,” sebutnya. (Tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved