Inilah Negara-negara Paling Banyak Terjadi Selfie Berujung Maut

sebanyak 127 kasus kematian yang disebabkan oleh selfie terjadi di seluruh dunia dalam periode Maret 2014 hingga September 2016.

Editor: oda
alamy via daily mail
Sepasang lelaki dan perempuan foto selfie di promenade Marine Drive, satu dari 16 lokasi berbahaya untuk selfie. (ILUSTRASI) 

TRIBUNJOGJA.COM - Swafoto alias selfie dalam situasi berbahaya seperti bersama binatang liar, di pinggir atap gedung tinggi, dan di rel kereta memang bisa mengancam nyawa.

Pelakunya pun tak jarang benar-benar tewas.

Kasus selfie mematikan semacam ini ternyata paling banyak terjadi di India.

Setidaknya begitulah menurut sebuah studi yang dilakukan bersama oleh Indraprastha Institute of Information di Delhi, India, dan Carnegie Mellon University di Pittsburgh, Amerika Serikat.

kasus kematian karena selfie
Daftar negara-negara yang paling banyak mencatat kasus kematian karena selfie.

Laporan studi mencatat bahwa sebanyak 127 kasus kematian yang disebabkan oleh selfie terjadi di seluruh dunia dalam periode Maret 2014 hingga September 2016. Dari jumlah tersebut, sebagian besar (76 kasus) terjadi di India.

Setelah India, jumlahnya menurun drastis, yakni sebanyak 9 kasus di Pakistan, delapan di AS, dan enam di Rusia.

"Selfie bisa bergitu berbahaya sehingga pada 2015 saja ada lebih banyak kematian gara-gara selfie dibanding serangan ikan hiu di seluruh dunia," komentar tim studi dalam laporannya, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Cnet, Sabtu (19/11/2016).

Turut dijabarkan pula apa saja penyebab kematian dalam kasus-kasus selfie berujung maut ini. 

Yang tertinggi adalah jatuh dari ketinggian, disusul tenggelam, lalu ditabrak kereta, gara-gara senjata, sengatan listrik, dan serangan binatang.

Pemerintah sejumlah negara telah menyadari bahaya selfie dan melakukan langkah-langkah untuk mencegah kematian dari aktivitas ini.

Pemerintah India, misalnya, membikin zona "selfie berbahaya" di tempat wisata untuk menandai lokasi yang rawan, sementara Rusia melancarkan kampanye mengenai resiko selfie yang dilakukan secara sembrono.

Laporan selengkapnya dari hasil studi berjudul Me, Myself, and My Killfie: Characterizing and Preventing Selfie Deaths itu bisa dilihat lewat tautan berikut.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved