Copet Merajalela Kompleks Makam Ki Ageng Gribig

Bukannya pulang membawa apem, ia justru kehilangan dompetnya usai mengikuti sebaran apem di Oro Oro Tarwiyah, kompleks makam Ki Ageng Gribig

Copet Merajalela Kompleks Makam Ki Ageng Gribig
ilustrasi 

Laporan reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Nasib malang dialami Sri Rahayu (48) warga Mojolaban, Sukoharjo.

Bukannya pulang membawa apem, ia justru kehilangan dompetnya usai mengikuti sebaran apem di Oro Oro Tarwiyah, kompleks makam Ki Ageng Gribig, Jatinom, Jumat (18/11/2016).

Ditemui saat melapor ke Mapolsek Jatinom, ia mengaku baru menyadari dompet yang disimpan di dalam tas jinjingnya telah raib saat akan membayar apem yang dibelinya di timur Masjid Besar Ki Ageng Gribig usai acara sebaran apem.

Saat akan membayar, ia mendapati ritsleting tas yang diapitnya diantara lengannya itu dalam keadaan terbuka.

“Saya bingung kenapa bisa terbuka dan dompetnya sudah tidak ada. Padahal kondisinya saya apit,” ungkapnya kebingungan.

Menurutnya ia tidak merasakan kecurigaan saat berada di Oro Oro Tarwiyah, tempat sebaran apem. Bahkan ia mengaku tidak ikut berebutan apem dan hanya menemani anaknya.

Namun saat akan beranjak, ia harus berdesak-desakan bersama warga yang pulang sehabis mengikuti sebaran apem.

Tak tanggung-tanggung, ia harus kehilangan dompet yang berisi uang Rp 700 ribu dan dokumen-dokumen penting.

Kejadian yang dialami Sri Rahayu bukanlah satu-satunya aksi pencopetan yang terjadi dalam puncak perayaan tradisi Yaqowiyyu.

Hal yang sama juga dialami Sarijem (46) warga Gunung Pati, Kabupaten Semarang.

Halaman
12
Penulis: ang
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved