Sebanyak 361 Penyandang Disabilitas di DIY Ikuti Jambore Difabel Istimewa

Acara dari Dinas Kebudayaan yang baru digelar pertama kali tersebut bertujuan untuk memfasilitasi Penyandang Disabilitas dalam konteks kebudayaan DIY.

Sebanyak 361 Penyandang Disabilitas di DIY Ikuti Jambore Difabel Istimewa
tribunjogja/arfiansyah panji
Salah satu penampilan Tari Angguk dari SLB N 1 Kulonprogo dalam Jambore Difabel Istimewa di Gedung Eks Koni DIY Museum Sonobudoyo, Sabtu (12/11/2016). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 361 Penyandang Disabilitas mengikuti Jambore Difabel Istimewa yang dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 12-13 November 2016 di Gedung Eks Koni DIY Museum Sonobudoyo.

Peserta tersebut terdiri dari 20 komunitas difabel di DIY.

Guntur Prabawanto, selaku Ketua Panitia menjelaskan acara dari Dinas Kebudayaan yang baru digelar pertama kali tersebut bertujuan untuk memfasilitasi Penyandang Disabilitas dalam konteks kebudayaan DIY.

"Sejarah panjang Keraton mencontohkan seperti Abdi Dalem Polowijan yang terdiri dari para difabel, mereka sangat penting peranannya. Ini ruang bagi teman-teman difabel DIY," jelasnya, Sabtu (12/11/2016).

Lanjutnya, para Penyadang Disabilitas ini memiliki potensi yang sangat besar terutama dalam lesenian seperti membatik, membuat patung maupun melukis.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Umar Priyono menjelaskan sebelum Undang-Undang nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas diterapkan, pihaknya sudah memfasilitasi dari sisi kebudayaan sejak tahun lalu.

"Ini salah satu kegiatan lanjutan. Tahun yang lalu, memberikan fasilitas saudara kita difabel di TBY,"

Selain pawai dan pameran, akan digelar pula Sarasehan dengan tiga tema besar yaitu Polowijan, bagaimana negara pemerintah memfasilitasi difabel dan kontekstualisasi DIY menjadi daerah inklusif. (*)

Penulis: app
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved