Rahasia Tentang Jam Raksasa di Candi Borobudur

Ada banyak misteri yang belum banyak diketahui orang. Satu di antaranya menarik adalah jam raksasa candi Borobudur.

Rahasia Tentang Jam Raksasa di Candi Borobudur
tribunjogja/agungismiyanto
Ribuan wisatawan memadati Candi Borobudur selama liburan Paskah ini. Hingga saat ini, pihak pengelola Candi Borobudur mencatat 52.401 wisatawan mengunjungi Candi Borobudur selama liburan Paskah tahun ini. 

TRIBUNJOGJA.COM - Borobudur tak sekadar bangunan untuk bersembahyang. Ada banyak misteri yang belum banyak diketahui orang. Satu di antaranya menarik adalah jam raksasa candi Borobudur.

Borobudur bermula pada sekitar tahun 750 Masehi, ketika seorang arsitek bernama Gunadarma berdiri di sebuah gunung di Kerajaan Syailendra.

Di hadapannya tampak sebuah danau dikelilingi tujuh gunung. Di tengah danau berdiri sebuah bukit. Dari danau itu mengalir sungai, berkelok-kelok. Sebuah pemandangan yang luar biasa indah.

Gunung Aktif

Sayangnya, dua dari tujuh gunung yang mengelilingi termasuk gunung aktif. Itulah Gunung Merbabu dan Gunung Merapi.

Alam Kerajaan Syailendra subur dan indah, tapi rawan bencana. Begitu pula Gunadarma yang taat beragama Buddha.

Gunadarma mungkin juga berharap kerajaannya selamat dari bencana. Dia memikirkan sebuah cara. Bagaimana jika di tengah danau itu dibangun sebuah tempat ibadat?

Supaya Tuhan melindungi manusia dari bencana. Gunadarma merancang tempat ibadat berbentuk bunga teratai. Bunga teratai raksasa yang mekar di tengah danau dan dikelilingi tujuh gunung.

Dukungan

Raja Syailendra mendukung pembangunan tempat ibadat itu.  Tempat ibadat itu dibangun selama 92 tahun.

Halaman
12
Editor: dik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved