Bom Bantul

Kerbaunya Mati Kena Bom, Bardi Sangat Berharap Ada Tali Asih untuk Menyambung Hidup

Kerbau berusia satu tahun tersebut dibeli oleh Bardi sebagai persiapan untuk membajak sawah.

Kerbaunya Mati Kena Bom, Bardi Sangat Berharap Ada Tali Asih untuk Menyambung Hidup
Tribun Jogja/Arfiansyah Panji Purnandaru
Warga menguburkan bangkai kerbau korban ledakan di sebelah kandang di Dusun Sawahan, Sumberagung, Jetis, Bantul, Rabu (02/11/2016). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kerbau milik Bardi terbujur kaku di sebuah kandang Kelompok Pandan Rahayu Dusun Sawahan, Desa Sumberagung, Jetis, Bantul, Selasa (2/11/2016).

Warga sekitar pun berbondong-bondong melihat kerbau yang menjadi korban ledakan diduga bom di Dusun Sumber, Desa Sumberagung, Kecamatan Jetis, Bantul, Selasa (1/11/2016).

Sebuah liang sedalam satu setengah meter berukuran dua kali dua meter terlihat jelas di sisi kandang tersebut.

Liang tersebut telah disiapkan warga untuk menguburkan bangkai kerbau yang mati pada Selasa malam pukul 23.00 WIB tersebut.

Namun atas perintah pihak kepolisian, kerbau tersebut baru bisa dikuburkan pada siang hari, setelah diperiksa oleh Laboratorium Forensik (Labsfor) Semarang.

"Ini sudah digali pagi, cuma dikubur nunggu petugas dari semarang," jelas Jumilah (54), istri Bardi.

Kerbau malang tersebut hanya mampu bertahan hidup selama 12 jam pasca terjadinya ledakan.

Puluhan paku yang menancap di kaki dan perut membuat kerbau luka parah dan tidak mampu bertahan hidup.

Sebelum mati, kerbau tersebut sempat sekarat dan mengeluarkan banyak busa dari mulutnya.

Halaman
1234
Penulis: app
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved