Pembunuhan Sadis, Leher Korban Digorok dan Kedua Matanya Dicungkil

Pembunuhan ini disinyalir dilatarbelakangi masalah pencurian. Korban yang diduga mengenal pelaku berusaha melawan saat harta bendanya akan digasak

Editor: Mona Kriesdinar
Tribun-Medan.com/ Array Argus
Suasana lokasi pembunuhan di Komplek Graha Jl Tanah Tinggi, Pasar I , Kelurahan Sunggal, Medan Sunggal. Ratusan warga yang penasaran tampak memadati rumah korban, Selasa (1/11/2016) sore. 

TRIBUNJOGJA.com, MEDAN - Warga yang bermukim di Kompleks Graha Jalan Tanah Tinggi, Pasar I , Kelurahan Sunggal, Medan Sunggal mendadak heboh. Pasalnya, seorang wanita yang belakangan diketahui bernama Sui Chen alias Sui Tiang (71) ditemukan tewas dengan kondisi leher digorok, dan kedua mata dicungkil.

"Ketahuannya jam dua lewat (14.20 WIB) tadi. Tapi baru heboh sekitar jam empat (16.00 WIB)," kata pria mengaku bernama Afeng (40), Selasa (1/11/2016) sore.

Namun, pria ini tak tahu siapa yang pertama kali menemukan korban.

Terkait peristiwa tersebut, Polsekta Sunggal berjaga di depan rumah korban, Selasa (1/11/2016).

"Rumah saya di depan sana. Katanya, yang menemukan pertama kali keluarga korban juga," ungkap Afeng.

Dari informasi diperoleh Tribun Medan, pembunuhan ini disinyalir dilatarbelakangi masalah pencurian. Korban yang diduga mengenal pelaku berusaha melawan saat harta bendanya akan digasak.

Di lokasi kejadian, petugas Polsek Sunggal berkumpul di depan rumah korban. Sebagian lainnya melakukan penyelidikan di dalam kamar korban yang digenangi darah segar.

Wakapolsek Sunggal, AKP Trila Murni dan Kanit Reskrim, Iptu Nur Istiono belum mau memberikan keterangan. Keduanya mengaku masih mengumpulkan keterangan para saksi. Namun diketahui, korban selama ini membuka warung di rumahnya. Korban adalah perawan tua yang tinggal bersama adiknya.

Warga ketakutan

Sejumlah warga yang tinggal di Kompleks Graha Jalan Tanah Tinggi, Pasar I, Kelurahan Sunggal, Medan Sunggal mengaku terkejut setelah mengetahui pemilik warung di kompleks itu bernama Sui Chen alias Sui Tiang (71) dibunuh dengan cara digorok.

Warga mengatakan, pembunuhan ini terlalu sadis dan tidak berperasaan.

"Kalau nanti pelakunya ditangkap, harus ditembak itu. Keji sekali dia. Padahal Ai (panggilan korban Sui Chen) itu sudah tua dan sakit-sakitan. Kenapalah mesti digoroknya begitu?" kata wanita berambut pirang yang enggan menyebutkan namanya, Selasa (1/11/2016) sore.

Menurut dia, baru kali ini ada aksi kriminal di tempat tinggalnya. Akibatnya, kini banyak warga yang ketakutan.

"Kejadian ini buat warga menjadi was-was pak. Takut kami jadinya," ungkap wanita yang kuku kakinya dicat berwarna kuning tersebut.

Pengakuan senada juga disampaikan A Min (30). Lelaki yang tinggal tak jauh dari Kompleks Graha Pasar I itu meminta pelaku dihukum seberat-beratnya.

"Sudah keterlaluan ini. Kenapalah mesti dihabisinya begitu? Lagian, korban ini pun kami kenal yang biasa-biasa saja. Bukan orang kaya kali," ujar A Min sembari duduk di atas sepeda motor Honda Supra miliknya.

Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Nur Istiono mengaku telah menyebar anggotanya untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku. Sayangnya, Istiono belum mau merinci berapa jumlah uang milik korban yang diambil pelaku.

"Kalau mau lengkap datanya, nanti sama Kapolsek sajalah. Saya enggak enak nanti. Yang jelas, kasusnya masih dalam penyelidikan. Pelaku juga masih dalam pengejaran," ungkap Istiono sembari hilir mudik di depan pintu rumah korban.

Dari pantauan Tribun Medan, cecaran darah korban terlihat di ruang tamu. Selain di ruang tamu, di dalam kamar korban juga ada genangan darah yang mulai mengering.(*)

Penulis : Tribun Medan/Array A Argus

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved