Aplikasi Ayo Mondok Bisa Beri Infomasi Pondok Pesantren dari Aceh Sampai Papua

Aplikasi yang dinamakan Ayo Mondok tersebut hingga saat ini sudah berisi database 501 pondok pesantren di seluruh penjuru Indonesia

Aplikasi Ayo Mondok Bisa Beri Infomasi Pondok Pesantren dari Aceh Sampai Papua
Tribun Jogja/Khaerur Reza
Abdullah Hamid, Ketua Tim Perancang Aplikasi Ayo Mondok menunjukan tampilan aplikasi di ponsel pintarnya 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Khaerur Reza

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Berawal dari banyaknya pertanyaan yang masuk dari masyarakat kepada RMI NU (Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama) tentang pondok pesantren yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, terciptalah aplikasi yang menampung database pondok pesantren di Indonesia dari Aceh sampai Papua.

Aplikasi yang dinamakan Ayo Mondok tersebut hingga saat ini sudah berisi database 501 pondok pesantren di seluruh penjuru Indonesia lengkap dengan deskripsi dan keunggulannya masing-masing.

"Awalnya banyak mention di akun twitter RMI yang menanyakan tentang pondok apa yang cocok buat anak saya, pondok apa yang dekat dengan kampus ini dan semacamnya yang kadang tidak bisa kita jawab satu per satu," jelas Abdullah Hamid, Ketua Tim Perancang Ayo Mondok di sela acara launching di Stadion Maguwoharjo Yogyakarta, Kamis (27/10/2016).

Guna menjawab kegelisahan itu , pihaknya kemudian mulai membangun sebuah aplikasi yang dapat menjawab pertanyaan tersebut dengan menggunakan database dari RMI yang menaungi pondok-pondok di Indonesia.

Dengan mengumpulkan alumni-alumni pesantren yang memiliki keahlian di bidang IT, aplikasi Ayo Mondok berhasil dibuat 6 bulan yang lalu.

Diakuinya selama ini memang masih banyak pondok yang belum terinformasikan secara utuh.

Walaupun sudah banyak juga pondok pesantren yang memiliki situs juga namun kebanyakan masih terinformasikan dari mulut ke mulut.

"Prinsip kerjanya kita hampir seperti aplikasi traveloka, kalau di sana menyediakan info hotel di suatu daerah lengkap dengan infonya maka kita menyediakan info pondok pesantren lengkap dengan foto dan keunggulannya. Misalnya di Yogyakarta ada pondok apa saja, yang paling dekar dengan kampus ini yang mana dan seterusnya," jelas Hamid.

Selain terintegrasi dengan database milik RMI NU, aplikasi ini juga sudah teintegrasi dengan google map sehingga masyarakat bisa mendapat petunjuk jalan ke pondok yang dimaksud.

"Harapannya aplikasi ini bisa menjadi rujukan orang tua dalam memilih ponpes yang diinginkan sesuai selera, bisa dilihat keunggulanya apa, ada fasilitas apa agar orang tua juga semakin mantap dalam memondokkan anakny," ujarnya.

Aplikasi ini sendiri mendapat respon yang cukup baik, walaupun belum dilaunching secara resmi namun aplikasi ini sudah diunduh oleh lebih dari 1.000 orang.

Hamid mengaku masih terus mengembangkan aplikasi ini seperti merancang versi Ios serta terus memperlengkap dan menambah database yang saat ini sudah berjumlah 510 pesantren dari Aceh sampai Papua. (tribunjogja.com)

Penulis: khr
Editor: dik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved