Berdayakan Masyarakat Lewat Daur Ulang Limbah Kaleng

Dari proposal yang telah diajukan sejak tahun 2015 tersebut, terealisasi dana sebesar Rp 40 juta, yang dialokasikan untuk program pengabdian.

Berdayakan Masyarakat Lewat Daur Ulang Limbah Kaleng
tribunjogja/azka ramadhan
Salah satu anggota tim PHBD Untidar, tengah menunjukkan replika binatang hasil daur ulang limbah kaleng pada peserta sosialisasi, di Rejowinangun Utara, Kota Magelang, Selasa (25/10/2016). 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Universitas Negeri Tidar (UntIdar) Magelang melangsungkan sosialisasi Program Hibah Bina Desa (PHBD) bertemakan 'Pemberdayaan Kaum Marjinal Berbasis Ekonomi Kreatif dengan Sistem Bank Limbah Melalui Daur Ulang Limbah Kaleng Bekas Menjadi Replika Binatang', di Rejowinangun Utara, Kota Magelang, pada Selasa (25/10/2016).

Tim PHBD Untidar tahun 2016 sendiri, terdiri dari enam mahasiswa semester tiga, yang berasal dari berbagai fakultas dan jurusan, yaitu Hasan Syukron (FKIP) selaku ketua tim, kemudian Rachma Listia Hidayat (Fisipol), Rohman Muhammad Pradana (FKIP), Hanafi Isnanta Prabawa (FT), Ani Arina (FE), serta Mayrida Miratista (FKIP).

Disampaikan oleh Rohman Muhammad Pradana, bahwa PHBD Daur Ulang Limbah Kaleng merupakan satu-satunya proposal dari Untidar, yang lolos seleksi dan didanai oleh Dikti.

Dari proposal yang telah diajukan sejak tahun 2015 tersebut, terealisasi dana sebesar Rp 40 juta, yang dialokasikan untuk program pengabdian kepada masyarakat.

Sementara dipilihnya Rejowinangun Utara karena di lokasi tersebut terdapat Pasar Rejowinangun, yang merupakan sumber ekonomi, sekaligus penyumbang limbah atau sampah, yang berpotensi besar mencemari lingkungan.

Dari sekian banyak jenis sampah, salah satu yang sulit diolah adalah limbah kaleng.

"Namun, di tangan kami, limbah kaleng bisa dimanfaatkan sebagai kerajinan bernilai ekonomi tinggi. Kerajinan tersebut, memiliki prospek yang menjanjikan, karena proses pembuatan yang relatif mudah dan bahan dasarnya sangatlah sederhana," katanya.

Rohman melanjutkan, menurut catatan kependudukan tahun 2015, Rejowinangun Utara dihuni oleh 12.514 jiwa. Dari jumlah tersebut, 60 persen di antaranya masih tergolong dalam warga prasejahtera.

Karena itu, pihaknya merasa perlu memberi uluran tangan, melalui mekanisme pemberdayaan masyarakat dalam bidang perekonomian, dengan dibukanya peluang usaha memanfaatkan limbah kaleng yang melimpah itu.

"Kami tidak sekadar memberikan pelatihan semata, namun juga akan mengawal program tersebut, sampai pada tahap pemasaran, packaging, hingga urusan manajemen," lanjutnya. 

Mulai dari
Beri Pelatihan
Halaman
Penulis: aka
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved