Sajian Kuliner Pesisir Utara Kini Hadir di Yogya

Pusaka kuliner tradisional dari daerah Semarang, Kudus, Pati, Purwodadi, Rembang, hingga Lasem dapat anda temukan di tempat ini.

Penulis: Hamim Thohari | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/Hamim Thohari
Suasana Mak Semarangan 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hamim Thohari

TRIBUNJOGJA.COM, SKEMAN - Dunia kuliner Yogyakarta akan semakin semarak dengan kehadaran Mak Semarangan Resto-Gallery-Coffee.

Menggabungkan resto, galeri, dan coffee shop dalam satu tempat, Mak Semarangan menawarkan tempat makan dan nongkrong yang unik dan berbeda.

Berada di Jalan Monjali/ Nyi Tjondrolukito 90, Sinduadi, Mlati, Sleman (depan toko komputer Aizza), menjadikan sajian kuliner pesisir utara Jawa sebagai salah satu andalannya.

Pusaka kuliner tradisional dari daerah Semarang, Kudus, Pati, Purwodadi, Rembang, hingga Lasem dapat Anda temukan di tempat ini.

semarangan 2
Suasana Mak Semarangan

"Selain karena belum banyak tempat yang menyajikan makanan khas Pantura di Yogyakarta, orang tua yang berasal dari daerah tersebut juga mendorong kami membuka tempat ini," ujar Salvatore Edy selaku pemilik Mak Semarang.

Lebih lanjut dia mengatakan, memasak masakan tradisional Jawa khas Pantura telah menjadi tradisi keluarganya, sehingga membuka tempat ini juga untuk menyalurkan hobi masak dan makan yang ada di keluarganya.

Maka tak heran di Mak Semarangan beragam masakan rumahan adalah yang menjadi menu andalannya.

Lontong

Pengunjung akan mendapati menu seperti lontong opor, sego ayam Semarangan, sego/ lontong pecel Semarangan, sop empal, nasi asem-asem daging sapi, nasi bakmoi ayam, lontong tahu telur, hingga babat gongso, dan nasi goreng babat.

Pengunjung akan mendapati citarasa yang autentik khas Pantura jika mencicipi semua menu di atas.

"Semua masakan ini dimasak langsung oleh ibu saya yang memang asli daerah Pantura, sehingga citarasa yang dihasilkan benar-benar khas daerah Pantura," jelas Edy.

Lontong opor_fdgsg
Lontong opor

Selain menyajikan makanan tradisional khas Pantura, Mak Semarangan juga menyediakan beberapa jenis masakan western.

Beberapa jenis pasta, dan chicken mozzarela adalah beberapa menu yang bisa pengunjung dapatkan.

"Kami juga menyiapkan beberapa menu khusus untuk anak-anak. Nasi goreng kids, sweet and sour chicken adalah beberapa yang kami siapkan. Dan masing-masing menu kami lengkapi dengan sup sayur agar anak-anak terbiasa mengkonsumsi sayur," ungkap Edy.

Nuansa Pantura

Tidak hanya makanan yang identik dengan Pantura, bangunan dan interior Mak Semarangan juga kental dengan nuansa Pantura.

Dijelaskan Edy, dirinya menggabungkan sentuhan Jawa, Cina, dan Belanda.

Nuansa tersebut benar-benar terasa di lantai dua dari bangunan empat lantai Mak Semarangan.

Di lantai ini pengunjung akan mendapati beragam perabot dan pernak-pernik lawas, seperti lampu gantung, hingga beragam jenis keramik.

semarangan 3
Asem asem daging sapi

Di salah satu sudut lantai dua ini juga terdapat tempat tidur lawas khas Cina.

Menjadi kursi yang menggunakan kayu semakin menambah kesan lawas ruangan tersebut. Di lantai dua ini pula terdapat galeri yang menampilkan batik khas Lasem.

Batik cantik dengan warna-warna yang terang ini juga bisa pengunjung beli.

Sedang di lantai tiga digunakan untuk coffee shop dengan gaya retro industrial sehingga kesan urban lebih terasa.

Dinding bangunan yang digambar dengan pilihan warna yang kaya menghadirkan nuansa yang lebih muda dibanding ruangan lantai dua.

Meeting Room

Antara lantai tiga dan empat juga terdapat mezzanin yang difungsikan sebagai meeting room dan working space yang dilengkapi meja serta colokan listrik dengan jumlah yang cukup.

Untuk meeting roomnya mampu menampung 30 orang dengan fasilitas pengeras suara dan proyektor.

Lantai empat atau rooftop dikonsep dengan tema garden. Di sini pengunjung bisa menyaksikan gagahnya gunung Merapi.

semarangan 5
Mi Kopyok Kikil Daging Sapi.

Dan rooftop ini sangat cocok untuk menggelar berbagai acara seperti pesta ulang tahun, atau pun acara lainnya.

"Untuk kapasitas, lantai dua mampu menampung 50 orang, lantai tiga 60 orang, mezzanine dan meeting room 25 dan 30 orang," jelas Edy. Dia menambahkan, untuk lanti satu digunakan sebagai area parkir motor dan mobil sehingga pengunjung tidak usah repot mencari parkir. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved