Bupati Bantul Geram dengan TMB Berjejaring Bandel

Bupati akan menggembok paksa TMB nakal dan bandel yang diduga belum mengantongi izin usaha ini.

Bupati Bantul Geram dengan TMB Berjejaring Bandel
tribunjogja/agung ismiyanto
Toko modern berjejaring (TMB) yang diduga berdiri tanpa izin di Jalan Wates Kilometer 13, Tonalan, Desa Argosari, Kecamatan Sedayu, tetap membandel meski sudah ditutup oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) setempat. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Bupati Bantul, Suharsono geram dengan ulah toko modern berjejaring (TMB) Alfamart yang masih tetap nekat beroperasional di jalan Wates kilometer 13, Tonalan, Argosari, Sedayu.

Bupati akan menggembok paksa TMB nakal dan bandel yang diduga belum mengantongi izin usaha ini.

“Kalau ngeyel tetap buka biar nanti digembok. Saya akan belikan rantai dan gembok biar tidak bisa dibuka,” tegasnya saat ditemui di ruangannya, Senin (24/10/2016).

Suharsono menjelaskan, TMB berjejaring ke depannya akan diizinkan beroperasi di sekitar jalan nasional. Akan tetapi, lantaran perizinan dan aturan masih sedang digodok, maka, pihaknya melarang keras TMB di Sedayu tersebut buka.

Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Bantul telah menutup paksa toko modern berjejaring (TMB) Alfamart yang berdiri di Jalan Wates Kilometer 13 tepatnya di Dusun Tonalan, Desa Argosari, Kecamatan Sedayu.

Namun demikian, usaha dari aparat penegak Peraturan Daerah (Perda) ini tetap tidak digubris. TMB berjejaring ini tetap buka.

Perwira Unit (Panit) Bimbingan Masyarakat (Binmas) Polsek Sedayu, Iptu Agus Supraja menjelaskan, TMB tersebut memang tetap membandel dan tetap beroperasional hingga kemarin.

Pihaknya pun tetap berupaya mengingatkan agar TMB ini tetap dilengkapi dengan perizinan.

Dia mengatakan, penutupan yang dilakukan Sat Pol PP beberapa hari lalu memang tidak digubris oleh pihak pengelola TMB. Pasalnya, hingga saat ini meski sudah diduga tidak mengantongi izin namun tetap beroperasi.

Pihaknya berharap dalam setiap pendirian TMB izin harus dilengkapi. Pasalnya, jika tidak maka akan memicu gejolak di masyarakat, terutama yang menolak keberadaan TMB tersebut dan akan menimbulkan gangguan kantibmas.

“Jika memang tidak berizin, maka sangat rawan akan menimbulkan gangguan kantibmas,” jelasnya.

Keberadaan TMB ini memang sudah setahun lalu berdiri. TMB ini sempat mengalami perampokan yang merugikan hampir puluhan juta rupiah. Namun, tetap beroperasi meski tidak mengantongi perizinan. (*)

Penulis: ais
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved