Ratusan Tosan Aji Dipamerkan di TIC Borobudur

Sementara tema yang diusung adalah, melestarikan warisan budaya bangsa melalui pameran dan sarasehan tosan aji.

Filosofi Keris

Terpisah, Ketua Komunitas Satriyatama, Ahmad Sofyan, menandaskan bahwa banyak orang yang cenderung melihat keris dari tuahnya.

Namun, pihaknya tetap melihat keris sebagai budaya yang harus dilestarikan, karena pusaka tersebut memiliki filosfi seni tempa yang tinggi, serta makna mendalam.

"Karena itu, kami rutin menggelar pameran, sekaligus sarasehan dan bekerja sama dengan dinas terkait setiap tahunnya. Harapan kami, secara perlahan, generasi muda dapat tergugah untuk mencintai dan melestarikan warisan nenek moyang," katanya.

Pameran dan sarasehan tosan aji sendiri sudah memasuki gelaran ke enam, yang seluruhnya berlangsung pada setiap bulan Sura.

Pengunjungnya pun tidak sebatas dari wilayah Magelang dan Kedu saja, namun juga daerah-daerah lain seperti Yogyakarta, Solo, Semarang, Madiun, Kediri, hingga Malang. (*)

Halaman
Penulis: aka
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved