Dishub Minta JTT Inventarisir Masalah di Trans Jogja Agar Pelayanan Publik Tidak Terganggu

Kepala Dishub DIY Sigit Haryanta sudah merumuskan langkah jangka pendek hingga panjang agar kasus ini tidak berlarut-larut

Penulis: khr | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/Khaerur Reza
Salah satu kru Trans Jogja menunjukkan ban armada Trans Jogja yang sudah gundul dan tidak layak jalan 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Khaerur Reza

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dishub DIY meminta PT JTT (Jogja Tugu Trans) untuk segera menginventarisir armada Trans Jogja agar pelayanan publik tidak terganggu.

Hal itu merupakan buntut dari demo para kru Trans Jogja yang sempat membuat mereka mogok dan ogah beroperasi, walaupun akhirnya sebagian kru luluh dan 23 armada tetap beroperasi, Senin (17/10/2016).

Kepala Dishub DIY Sigit Haryanta sudah merumuskan langkah jangka pendek hingga panjang agar kasus ini tidak berlarut-larut dan mengganggu kepentingan publik pengguna jasa Trans Jogja.

"Janhka pendek supaya jangan smpai hanya 23 ini yang beroperasi, kita butuh inventarisir pemaslahannya apa saja, apa krunya tidak masuk atau bus rusak atau gimana dan semuanya masalahnya berbeda-beda, dan kita minta inventarisir satu persatu," ujarnya seusai audiensi dengan perwakilan kru dan PT JTT di Kantor JTT Jl Wonosari Yogyakarta.

Dia meminta pemecahan permasalahan harus didapat secepatnya agar tidak berlarut-larut.

Masalah di JTT memang bukan pertama kalinya, sehingga Dishub DIY memberikan perhatian khusu dan meminta agar antara kru dan manajemen mencari solusi jangka panjang.

Masalah seperti ini memang tidak bisa diselesaikan dalam sehari namun tidak seharusnya masyarakat pengguna jasa menjadi korban karena terkena imbasnya.

"Permaslahan seperti menjadi masalah rutin, namanya perusahaan yang ada direksi dan kru harus jadi satu kesatuan," ujarnya.

Sementara mengenai somasi dari para kru atas ketidakpercayaannya kepada manajemen dia mengatakan itu adalah masalah internal yang harus diselesaikan mereka.

Pagi tadi sendiri seluruh bus Trans Jogja tidak beroperasi karena para kru berdemo meminta manajemen memperbaiki kinerjanya termasuk memperbaiki bus yang sudah tidak layak.

Para kru sendiri akhirnya berhasil dibujuk untuk tetap beroperasi namun hanya 23 armada yang beroperasi dari 74 armada yang ada. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved