Tiga Ekor Kadal Lepas Bikin Geger Penumpang Pesawat

Penumpang sempat panik atas adanya insiden kadal jinak masuk ke kabin penumpang pesawat Garuda Indonesia.

Tiga Ekor Kadal Lepas Bikin Geger Penumpang Pesawat
ist

TRIBUNJOGJA.COM - Maskapai nasional Garuda Indonesia membantah adanya ular yang terlepas dari kompartemen cargo pesawat GA 657 rute Merauke - Jakarta, Selasa (11/10) sore.

Namun yang terjadi adalah terlepasnya kadal jinak dari kompartemen cargo pesawat. Walau demikian semuanya bisa tertangani dengan baik dan tidak mengganggu jalannya operasional pesawat.

"Memang bentuk fisiknya terlihat seperti ular, namun setelah kami lakukan pemeriksaan ulang yang lebih teliti, ternyata hewan tersebut kadal bukan ular. Kadal ini dalam nama latinnya adalah "Lialis burtoni" atau legless lizard atau sering disebut kadal tanpa kaki," kata Vice President Corporate Communications Garuda Indonesia Benny S Butarbutar di Cengkareng, Rabu kemarin.

Benny kemudian menjelaskan kronologis peristiwanya, bahwa pada penerbangan GA 657 dengan rute Merauke - Jakarta, Selasa sore lalu (11/10/2016) ada laporan yang menyebutkan pesawat Garuda Indonesia membawa kiriman cargo yang berisi hewan hidup dalam bentuk kotak kayu yang bagian luarnya terdapat lubang udara kecil.

Sementara bagian dalam kotak juga dilapisi karung.Tidak lama kemudian dilaporkan terlepasnya tiga ekor hewan yang diduga mirip ular kecil keluar dari boks cargo.

Berkat aksi sigap awak kabin bisa langsung menangkap tiga kadal jinak tersebut dan mengamankannya kembali, sehingga tidak mengganggu operasional penerbangan sama sekali.

"Begitu mendarat langsung petugas keamanan penerbangan (Avsec), petugas cargo, petugas karantina hewan Bandara Soekarno - Hatta, dan awak kabin yang dengan cepat mengeluarkan cargo tersebut dan memeriksa kembali cargo dan bagian kabin. Berdasarkan pemeriksaan yang teliti ternyata bukan ular tetapi kadal jinak." kata Benny.

Investigasi menjadi penting guna memastikan prosedur mana yang terlewati atau ada kemungkinan kerusakan dalam pengepakannya sehingga kejadian ini tidak boleh terjadi lagi.

Siapa pun yang terbukti mengabaikan standar prosedur dalam pengepakannya, kata Benny, atau melewati SOP yang telah ditetapkan akan dikenakan sanksi yang tegas.

Berdasarkan hasil investigasi awal, kemasan dalam boks pengiriman tersebut tidak sesuai dengan standar Live Animal Regulation (LAR), dimana seharusnya kawat pelindung di bagian dalam harus memiliki diameter yang lebih kecil.

Halaman
12
Editor: dik
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved