Ada Pertunjukan Sepak Bola Api di Peringatan Hari Santri

Peringatan Hari Santri di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada 22 Oktober 2016 akan dimeriahkan dengan pertunjukan sepak bola api.

Ada Pertunjukan Sepak Bola Api di Peringatan Hari Santri
Tribun Jogja/Anas Apriyadi
ilustrasi 

TRIBUNJOGHA.COM - Peringatan Hari Santri di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada 22 Oktober 2016 akan dimeriahkan dengan pertunjukan sepak bola api.

Ketua Panitia Hari Santri Kota Semarang Agus Fathuddin Yusuf mengatakan, sepak bola api selalu menjadi daya tarik tersendiri dalam acara rutin yang digelar di pesantren Semarang ketika perayaan hari besar keagamaan.

"Sepak bola api ini kan tradisi seni persepakbolaan khas pesantren. Kami hadirkan agar peringatan hari santri lebih semarak," kata Agus melalui siaran pers, Senin (10/10/2016).

Santri yang akan bermain sepak bola api ini berasal dari Pondok Pesantren Darun Najah di Kelurahan Jrakah, Kecamatan Tugu, dan Pondok Pesantren Azzuhri Ketileng, Kecamatan Tembalang.

Para santri lain dari berbagai pesantren juga akan dilibatkan. Masyarakat yang hendak mencoba sepak bola api pun dipersilakan untuk bergabung.

"Sepak bola api akan digelar halaman Plaza Masjid Agung Jawa Tengah jam 7 malam," kata Agus.

Selain sepak bola api, sejumlah kegiatan lain akan digelar di Semarang, antara lain Liga Futsal Santri, istigasah kebangsaan, upacara hari santri, pameran karikatur dan festival santri, kirab santri, ziarah, bedah buku, pelatihan jurnalisitik para santri dan musabaqah.

Menurut Agus, perayaan Hari Santri dilakukan sebagai bentuk syukur karena diberikan kesempatan mengawal Negara Kesatuan RI dan menjalankan amalan aswaja.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Semarang Anasom optimistis bahwa warga dan para santri akan mengikuti perayaan ini secara bersama-sama sebagai wujud cinta kepada Tanah Air.

Kegiatan sepak bola api, ujar Anasom, tidak untuk menyiksa diri sendiri.

"Simbol api ini semangat membangun negeri. Semua permainan santri sangat memiliki nilai filosofis dan ini akan kita persembahkan untuk menghibur masyarakat Kota Semarang," ujar dosen Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang tersebut. (Kompas.com/Nazar Nurdin)

Editor: Ikrob Didik Irawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved