12 Pemenang Innovating Jogja Masuk ke Tahap Akselerasi Lewat Rencana Bisnis yang Menjual

12 pemenang tersebut lolos ke Program Akselerasi setelah mengikuti Boot Camp yang diadakan bulan Agustus.

12 Pemenang Innovating Jogja Masuk ke Tahap Akselerasi Lewat Rencana Bisnis yang Menjual
kemenperin.go.id
Innovating Jogja 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Innovating Jogja merupakan inisiatif bersama Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian dan Proyek TCF dari Uni Eropa, bekerjasama dengan Bank BNI. Innovating Jogja resmi diluncurkan pada 19 Juli 2016.

Innovating Jogja merupakan kompetisi terbuka yang dirancang untuk mendorong inovasi bisnis. Sebanyak 12 pemenang dari 37 peserta telah berhak mengikuti Program Akselerasi oleh Innovating Jogja.

12 pemenang tersebut lolos ke Program Akselerasi setelah mengikuti Boot Camp yang diadakan bulan Agustus.

Pemenang tersebut adalah Wastraloka (produk lukis batik pada kaleng), Kama Batik (hand bouquet dari kain batik bekas), Creative Batik (batik bermotif abstrak), JK Watch (jam tangan berbahan kayu), Lowpoly Paper (kerajinan 3D paper craft berbentuk wajah).

Selain itu, ada pula Kayonara (penggunaan aplikasi augmented reality bagi calon pembeli kacamata berbahan kayu), Beaver & Beavers Woodworking (alat pameran sistem knock-down), Alra (tas kulit dan batik berbahan tahan air), Janedan (tas kulit anak minimalis tanpa jahit dan lem), Rika Meidiyana (produk kulit bermotif batik dengan laser engraving), Maha Karta (produk pengeras suara dan docking yang dipadu dengan bahan bambu), dan Mbatik (e-commerce dengan edukasi kerajinan batik).

Peserta terpilih tersebut, berhak mendapatkan pendanaan dari Bank BNI dengan jumlah total Rp 30 juta per konsep bisnis yang diajukan.

Peserta dapat menggunakan dana tersebut untuk product prototyping (membuat contoh produk) dan market testing (uji pasar), serta kebutuhan lainnya untuk mewujudkan ide-ide bisnis mereka.

“Mereka terpilih karena kita melihat ide dan konsep bisnis yang diusung sangat potensial. Sebagian besar dari mereka sudah menjual dan memahami target pasar yang dituju. Tentu saja mereka masih memerlukan perbaikan pada banyak hal, termasuk juga soal pemasaran, manajemen keuangan, sumber daya manusia, inovasi produk, kemampuan presentasi, dan memperluas jaringan pasar dan investor” ujar Satryo Soemantri Brodjonegoro, Key Expert on Innovation and Technology dari EU-Indonesia Trade Cooperation Facility (TCF).

Dalam Program Akselerasi, 12 pemenang akan mengikuti pelatihan dan bimbingan selama seminggu penuh mulai tanggal 3 Oktober sampai 7 Oktober 2016 di Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik, Yogyakarta.

Selanjutnya, akan dipilih 3 dari 12 pemenang untuk mengikuti mentoring dan masuk ke dalam pipeline bisnis Bank BNI.

Halaman
12
Penulis: app
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved