Pria Ini Mengaku Mendapat Perintah dari Tuhan untuk Gali Terowongan

Seorang pensiunan yang tinggal di barat El Salvador telah menggali terowongan selama 18 tahun karena mengaku mendapat perintah dari Tuhan.

Pria Ini Mengaku Mendapat Perintah dari Tuhan untuk Gali Terowongan
Oddity Central
Terowongan yang dibuat oleh Santiago Sanchez 

TRIBUNJOGJA.COM - Seorang pensiunan yang tinggal di barat El Salvador telah menggali terowongan selama 18 tahun karena mengaku mendapat perintah dari Tuhan.

Sejauh ini, belum ada yang tahu, berapa meter panjang terowongan tersebut.

Santiago Sanchez (69) nama pria itu, mulai menggali tanah pada pukul 03.00 pagi. Di sore hari ketika ke luar, ia membawa 90 pon batu dan berbagai puing-puing lainnya.

Sebagaimana dikutip dari Oddity Central, Kamis (6/10/2016), Santiago hanya merasa mendapat perintah dari Tuhan sehingga membuat terowongan itu.

Ia pun tak tahu kapan akan berhenti melakukannya, apakah ketika sudah tak memiliki tenaga atau ketika mendapat perintah lain dari Tuhan.

"Tak ada yang tahu, apa yang Tuhan minta darimu," ujarnya.

Belum lama ini, wartawan bernama Ernesto Rivas mencoba untuk mengetahui ujung terowongan itu.

Namun baru di tengah-tengah perjalanan, ia menyerah karena semakin sulit untuk memperoleh udara segar ketika mencapai titik yang lebih dalam.

Inilah yang membuat orang kagum pada Santiago, bagaimana bisa ia bertahan di terowongan, yang minim tingkat oksigennya.

"Hanya saya diizinkan untuk masuk sampai ujung karena saya penggali terowongan Tuhan. Tidak ada orang lain diperbolehkan untuk pergi ke sana," tambah Santiago.

Meskipun banyak yang menertawakan, tetapi Santiago tetap bertekad untuk terus menggali terowongan.

Ia pun membandingkannya dengan kisah Nuh, di mana banyak ditertawakan orang, tetapi sebenarnya perintah Tuhan.

Sebelumnya pada tahun 1902, seorang pria nyentrik bernama William Henry 'Murro' Schimdt menggali terowongan melewati sebuah pegunungan granit yang padat.

Ia menghabiskan waktu 32 tahun untuk menggali terowongan di Mohave Desert El Paso itu.

Tak ada yang tahu pasti apa tujuannya menggali terowongan. Namun, ia akan bekerja menggunakan beberapa alat seperti palu, bor tangan, bahan peledak dan gerobak untuk mengangkut puing-puing. (*)

Penulis: say
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved